Koma.id – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh marah bersar dengan tindak-tanduk Zulfan Lindan terkait pernyataannya yang menimbulkan kontroversi.
Pernyataan paling kontrovesial yang dilontarkan Lindan itu yakni menyebut Anies Baswedan adalah antitesis dari figur Jokowi.
Surya Paloh mengatakan, dinamika politik tengah mengalami peningkatan berbagai gerak politik. NasDem, sejak awal mendeklarasikan diri sebagai partai gagasan atau partai yang ingin berjuang untuk melakukan perubahan.
Harta Presiden Prabowo Capai Rp2,06 Triliun
“Tentu NasDem memiliki tanggung jawab moral dan praksis agar masyarakat Indonesia mendapatkan pendidikan dan informasi politik yang menerahkan dan memberi pemahaman yang baik,” kata Surya Paloh dalam siaran persnya, Kamis (13/10/2022).
Paloh menegaskan, NasDem berjati diri gerakan perubahan restorasi Indonesia bercita-cita ruang politik Indonesia diisi dengan perdebatan produksif dan kualitatif tentang gagasan dan ide bagaimana memajukan Indonesia dan mensejahterakan masyarakat.
Grace Natalie Siap “Adu Argumen” dengan JK
Maka dalam setiap gerak dan tindakan politik NasDem selalu memiliki latar dan landasan pemikiran yang kuat dalam kerangka kebangsaan.
“NasDem ingin perdebatan politik penuh dengan gagasan dan substansi bukan sekadar kulit yang hanya menimbulkan sensasi dan kegaduhan,” tegas Paloh.
Paloh menilai, tanggung jawab ini yang membuat NasDem memberikan peringatan keras kepada kadernya, Zulfan Lindan yang beberapa hari terakhir membuat pernyataan yang dianggap tidak produktif. Jauh dari semangat jati diri NasDem yang mengedepankan politik gagasan.
Sementara itu, merespons penonaktifan dirinya, Lindan mengatakan bahwa dirinya sudah tidak menjabat di kepengurusan DPP NasDem sejak diangkat sebagai wakil komisaris Jasa Marga. “Karena saya sudah sejak dua tahun lalu bukan lagi sebagai pengurus DPP NasDem karena diangkat sebagai wakil komisaris Jasa Marga,” ujarnya.
Lebih lanjut, Zulfan menegaskan dirinya memiliki hak berbicara. Dia menyebut selama ini tak pernah berbicara atas nama pengurus NasDem.
“Saya tetap punya hak bicara sebagai warga negara yang merdeka. Selain itu pun selama ini saya tidak pernah atas nama pengurus. Bagi saya kebebasan adalah hak asasi manusia,” kata Zulfan Lindan.













