Koma.id – Menjelang Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan lengser dari jabatannya, ada 3 nama yang digadang-gadangkan untuk menjadi Pelaksana Jabatan Gubernur DKI Jakarta.
Di antaranya Juri Ardiantoro merupakan Deputi IV Staf Kepresidenan bidang Informasi dan Komunikasi Politik. Heru Budi Hartono adalah Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres), dan Sekda DKI Marullah Mataliti.
Marullah Matali
Marullah Matali mengawali karirnya sebagai staf Biro Bina Mental Spiritual DKI Jakarta. Setelah itu naik menjadi Kepala Seksi Bina Lembaga Mental Dinas Bintal dan Kesos DKI Jakarta.
Marullah sempat dimutasi menjadi Kepala Sub Dinas Bina Mental Spiritual Dinas Bintal dan Kesos DKI Jakarta. Namun kemudian menjabat sebagai Kepala Sekretariat Dinas Sosial DKI Jakarta.
Marullah juga pernah menjabat sebagai Asisten Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Pengendalian Kependudukan.
Pada tahun 2021, dirinya dilantik menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) menggantikan almarhum Saefullah yang meninggal dunia karena sakit pada September 2020 lalu.
Juri Ardiantoro
Juri Ardiantoro merupakan Deputi IV Staf Kepresidenan bidang Informasi dan Komunikasi Politik. Selain itu juga, ia menjabat sebagai rektor di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia di Jakarta.
Pada 2016, Juri Ardiantoro pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), menggantikan Husni Kamil Manik yang meninggal dunia pada 2016.
Juri Ardiantoro diberikan tugas oleh Presiden Joko Widodo sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan sejak Mei 2018 hingga Oktober 2019.
Juri Ardiantoro pernah menjabat sebagai ketua PBNU pada periode 2015-2020. Pada tahun 2019, Juri Ardiantoro diamanahi oleh Joko Widodo sebagai Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional untuk pasangan Joko Widodo dan Maruf Amin.
Budi Hartono
Heru Budi Hartono adalah Kepala Sekretariat Presiden. Memiliki pengalaman di lingkup birokrasi. Mengawali karir sebagai Staf Khusus Wali Kota Jakarta Utara pada tahun 1993.
Pada tahun 1996, Heru menjadi Staf Bagian Penyusunan Program Kota Jakarta Utara. Di tahun 1999, ia ditunjuk menjadi Kepala Sub-Bagian Pengendalian pelaporan Kota Jakarta Utara.
Heru sempat digandeng oleh Basuki Tjahaja Purnama untuk maju sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Pilkada 2017, melalui jalur independen.












