Koma.id– Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) Iwan Sumule, angkat bicara soal pernyataan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang menyebutkan adanya kata “pengkondisian”. Pernyataan itu, tepatnya diucapan Dudung saat merespon ungkapan anggota Komisi I DPR RI Effendi MS Simbolon TNI seperti gerombolan.
“Efendi Simbolon sudah minta maaf. Tapi, pernyataan Jenderal Dudung, ‘Saya tekankan lagi, tidak ada lagi pengkondisian dari Efendi Simbolon untuk minta-minta ke wilayah. Nggak usah takut kita, kalian nggak usah takut’, perlu klarifikasi Effendi dan Komisi I DPR RI,” kata Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) Iwan Sumule, Kamis (15/9/2022).
Heboh! Investasi Bodong Koperasi BLN Putar Dana Rp4,6 Triliun, 41 Ribu Nasabah Jadi Korban
Menurut Iwan Sumule, kontroversi antara Effendi dan Dudung dan ramai disoroti publik sangat berpengaruh dengan marwah institusi masing-masing. Untuk perlu adanya klarifikasi soal pernyataan pengkondisian tersebut sehingga tak ada tendensi negatif.
“Agar pernyataan Jenderal Dudung tidak dikatakan melecehkan lembaga tinggi negara, maka perlu klarifikasi dari Effendi Simbolon dan Komisi I DPR-RI,” ucapnya.













