Koma.id – Pegiat media sosial, Jhon Sitorus angkat bicara perhal pemeriksaan Gubernur DKI Jakarta yang diperiksa KPK dalam kasus dugaan korupsi balap mobil listrik Formula E.
Menurutnya, ada perbedaan antara Anies dan Basuki Tjahaja Purnama saat menjalani pemeriksaan di lembaga anti rasuah tersebut.
“Basuki Thahaja Purnama, pernah datang ke KPK juga. Tapi tidak bawa MASSA BAYARAN untuk MENGINTIMIDASI wartawan,” kata John Sitorus di akun Twitternya @Miduk17 dikutip Kamis, 9 September 2022.
https://twitter.com/Miduk17/status/1567547399337574401?ref_src=twsrc%5Egoogle%7Ctwcamp%5Eserp%7Ctwgr%5Etweet
“Tidak ada Pasukan NASI BUNGKUS yang teriak2 didepan KPK saat itu, Itu yang membedakan PETARUNG sejati dan mental PENGECUT,” tambahnya.
Sebelumnya, muncul massa pendukung Anies yang turut hadir di gedung KPK pada saat menjalani pemeriksaan di KPK.
Para pendukung itu sibuk meneriakan “Anies Presiden”- “Anies Presiden!” hingga menganggu kerja wartawan yang ingin menanyakan seputar pemeriksaannya.
Anies pun hanya bungkam mendengar pertanyaan-pertanyaan wartawan, bahkan massa pendukung Anies itu menghalang-halangi para wartawan.
Sebelumnya pada siang hari diluar gedung KPK juga terjadi kericuhan antara pendukung Anies dengan para pendemo yang meminta agar kasus Formula E dituntaskan secara terang benderang.
Kedua belah pihak pun terlibat adu mulut dan saling tuding sebagai orang-orang bayaran.
“Lu di bayar ya,” teriak pendukung Anies Baswedan, Rabu (7/9/2022).
“Lu yang dibayar Anies. Orang salah lu bela,” balas teriak emak-emak pendemo Anies.
“Diam lu, diam lu,” kata pendukung Anies Baswedan, yang diketahui seorang pria.
“Lu yang diam. Emang kita takut. Sama-sama makan nasi,” balas lagi emak-emak yang demo Anies Baswedan.
Situasi pun mereda setelah pihak kepolisian agar dua kelompok menyampaikan orasi dan aspirasi dengan tertib.













