Koma.id – PT PLN (Persero) akhirnya angkat bicara mengenai adanya dugaan keboroan 17 juta data pelanggan PLN yang diperjualbelikan.
Juru bicara PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan, data yang dikelola PLN dalam kondisi aman sebagaimana mestinya. Data yang beredar juga disebut data replikasi, bukan data transaksional aktual dan sudah tidak update.
PLN mengaku telah dan terus menerapkan keamanan berlapis bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk tindakan pengamanan yang sangat ketat dengan tujuan memperkuat dan melindungi data-data pelanggan.
“Kami pastikan server data milik PLN aman dan tidak dimasuki pihak lain. Selain itu, data transaksi aktual pelanggan aman,” tutur Gregorius.
PLN sedang melakukan investigasi atas user-user yang terotorisasi dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, bilamana ditemukan indikasi pelanggaran hukum menyangkut kerahasiaan data perusahaan.
Sebelumnya, beritakan adanya dugaan kebocoran data melanda pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Data tersebut terpantau lewat akun “loliyta” melalui forum daring Breach Forums yang menjual lebih dari 17 juta data informasi pelanggan PLN.
Dalam unggahannya, penjual menyebutkan data yang dijual termasuk informasi ID pelanggan, nama konsumen, alamat konsumen, hingga informasi besarnya penggunaan listrik dalam kWh (satuan energi dalam kilowatt jam), dan tipe energi.
Penjual juga tidak menyebutkan harga dan hanya memberikan 10 sampel data dari 17 juta informasi pelanggan PLN yang dijualnya itu.













