Koma.id – Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat, mengatakan sangat wajar jika banyak wisatawan yang mengurungkan niat untuk berwisata ke tempat iniPulau Komodo.
Menurutnya hal itu berakibat para pelaku usaha tour and travel menjadi kelimpungan.
“Tentunya hal ini berakibat kurangnya pengunjung ke TN Komodo yang berakibat menurunnya pendapatan bagi masyarakat yang membuka usaha di sekitarnya,” katanya pada Senin (8/8/2022).
Dia menjelaskan, multiplayer efek bagi perekonomian masyarakat yang semestinya ditingkatkan malah mengalami kemerosotan.
“Wajar jika pelaku wisata melakukan demo karena banyak perut yang menjadi korban akibat kebijakan ini,” katanya.
“Ketenangannya terusik. Lagi-lagi masyarakat yang disalahkan mengenai alasan konservasi ini,” sambungnya.
Hal ini, kata dia, sungguh sangat memprihatinkan, masyarakat pelaku wisata yang mencoba memperjuangkan hidupnya dengan aksi protes mendapat perlakuan represif dari aparat.
“Sudah jatuh ketiban tangga pula. Sepertinya bangsa ini sudah mulai kehilangan nurani,” katanya.
“Kenaikan harga tiket masuk ke TN Komodo ini harus dibatalkan. Jika tidak maka hal ini akan berdampak buruk bagi masyarakat,” katanya.
Ditegaskan dia, kebijakan kenaikan HTM ke TN Komodi ini sangat tidak bijak, apalagi hal ini dilakukan saat daya beli masyarakat masih lemah akibat pandemi covid dan masih dalam masa pemulihan.
“Ditambah lagi dengan ancaman virus baru yaitu cacar monyet. Masyarakat kelas bawah selalu yang terkena imbas sangat berat,” katanya.












