Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Kesehatan

Kemenag Imbau Masyarakat Tak Paksakan Diri Berkurban Saat Wabah PMK

Views
×

Kemenag Imbau Masyarakat Tak Paksakan Diri Berkurban Saat Wabah PMK

Sebarkan artikel ini
Kemenag Imbau Masyarakat Tak Paksakan Diri Berkurban Saat Wabah PMK

KOMA.ID Kementerian Agama menghimbau masyarakat lebih mengutamakan kesehatan mereka di saat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) merebak.

Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag Mastuki bahkan mengatakan, ada baiknya masyarakat untuk tidak memaksakan diri berkurban di tengah wabah yang tengah terjadi di Indonesia.

Silakan gulirkan ke bawah

“Bagi umat Islam, menyembelih hewan kurban pada Iduladha hukumnya sunnah muakkadah. Namun demikian, umat Islam diimbau untuk tidak memaksakan diri berkurban pada masa wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK),” tutur Mastuki
(8/7/2022).

Hal ini menurut Mastuki, sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Agama No. 10 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Salat Hari Raya Idul adha dan Pelaksanaan Kurban 1443H/2022 di Masa Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Kementerian Agama memandang penting untuk menyampaikan kepada masyarakat agar peduli dengan proses penyediaan daging halal mulai dari hulu sampai hilir,” tukasnya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyediaan daging halal, menurut Mastuki, meliputi pemilihan hewan kurban, penyembelihan, ketersediaan juru sembelih halal (juleha) yang bersertifikat, dan memperhatikan tempat atau lokasi penyembelihan yang harus memenuhi syarat kebersihan. Proses penyediaan daging halal juga harus memperhatikan pemisahan lokasi penampungan hewan dan pemotongan, pencacahan, serta pembungkusan.

Mastuki menambahkan, bagi umat Islam juga diimbau untuk membeli hewan kurban yang sehat dan tidak cacat sesuai dengan kriteria serta menjaganya agar tetap dalam keadaan sehat hingga hari penyembelihan.

“Perhatian ini bukan saja saat atau menjelang pelaksanaan Iduladha saja, tetapi sepanjang waktu karena berkaitan dengan kehalalan daging yang beredar di pasaran,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.