Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
HeadlinePolitik

PAN, PKS dan PPP Bakal Jadi Parpol Kaleng-Kaleng Akibat Ngotot Capreskan Anies!

Views
×

PAN, PKS dan PPP Bakal Jadi Parpol Kaleng-Kaleng Akibat Ngotot Capreskan Anies!

Sebarkan artikel ini
PAN, PKS dan PPP Bakal Jadi Parpol Kaleng-Kaleng Akibat Ngotot Capreskan Anies!
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadir dalam perayaan Milad 20 PKS (foto istimewa)

Koma.id – Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bakal jadi parpol kaleng-kaleng di mata konstituen, bila getol mengusung Anies Baswedan sebagai capres 2024.

Tak hanya itu, langkah ketiga parpol itu juga bakal merugikan para kader yang selama ini berjuang keras membesarkan parpol. Demikian kata peneliti Center for Indonesian Election (CIE) Muhammad Ibas.

Silakan gulirkan ke bawah

“Kenapa? ya karena kader yang kerja keras gedein partai, nyumbang sana sini kok yang dicalonin bukan kader sendiri tapi malah Anies. Kalau mau bukan kaleng-kaleng ya harus kader sendiri bukan caplok-caplok dari luar,” kata Ibas, kepada Koma.id, Kamis (30/6/2022).

Ibas menekankan partai politik memang dibutuhkan dalam konteks menjaga pilar demokrasi. Namun pada saat yang sama parpol juga harus menghasilkan pemimpin yang berbobot dan laku dijual di mata publik.

Bila tidak, lanjut Ibas, langkah PPP, PAN, dan PKS getol mengusung Anies juga bisa menjadi bom waktu bagi mereka sendiri. Lantaran konstituen semakin tidak percaya dan meninggalkan parpol akibat tak ada figur yang bisa diandalkan untuk merealisasikan impian rakyat di jalur eksekutif.

“Kalau tidak ada kadernya yang bagus buat apa juga kan berharap ke parpol itu. Bisa saja ditinggalkan rakyat dan ujungnya jadi parpol gurem,” cetus Ibas.

Ibas menambahkan, fenomena pasrah dalam berpolitik dengan mengambil jalan pintas menentukan capres di luar kader oleh parpol menjadi tanda bahaya.

Perlahan ketidak percayaaan rakyat semakin menggunung karena parpol tidak konsisten dengan platformnya sendiri. Bila sampai pada puncaknya parpol akan menjadi gurem saat pemilu lantaran tak diminati konstituen.

“Ironis kader sudah bersusah payah bangun partai politik tapi tidak ada yang dilirik. Justru dilirik yang bukan kader. Bagaimana rakyat mau percaya wong parpolnya saja enggak percaya diri usung kadernya sendiri. Jadi PR bagi parpol ke depan harus banyak-banyak evaluasi kalau eggak ya gurem,” tutup Ibas.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.