Gulir ke bawah!
Headline

3 Alasan ‘Radikal’ Surya Paloh Tak ‘Nafsu’ Usung Prabowo Capres 2024

17799
×

3 Alasan ‘Radikal’ Surya Paloh Tak ‘Nafsu’ Usung Prabowo Capres 2024

Sebarkan artikel ini

Koma.id – Munculnya nama Anies Baswedan, Ganjar Pranomo, dan Andika Perkasa dalam rakernas Partai Nasdem membuat publik bertanya-tanya. Mengapa nama Prabowo Subianto yang selalu berada di puncak hampir semua hasil survei tak diusulkan juga oleh Nasdem?

Menanggapi itu, Lawyer dan Pemerhati Politik Saiful Huda Ems (SHE) mengatakan, dalam
mencermati peta politik mutakhir yang terus mengalami perkembangan secara pesat itu, maka ada tiga 3 alasan ‘radikal’ atau krusial mengapa Prabowo tak diusung oleh Nasdem.

Silakan gulirkan ke bawah

Pertama, para politisi dan masyarakat  sepertinya mulai jengah dengan munculnya nama capres yang hanya itu-itu saja. Mulai dari Pilpres 2009 hingga Pilpres 2019, nama Prabowo Subianto selalu muncul.

Apalagi jika ditarik dari tahun 2004, meskipun nama Prabowo tidak masuk dalam Capres definitif RI 2004, namun nama Prabowo saat itu masuk dalam konvensi capres 2004 Partai Golkar, yang pada akhirnya pertarungan itu dimenangkan Wiranto.

“Selanjutnya ketika hasil Konvensi Capres Partai Golkar ini ditarungkan dengan Capres yang diusung dari partai lainnya dalam Pilpres 2004, Wiranto kalah dengan SBY. Melihat dari kenyataan itu, maka nampaknya seluruh peserta rakernas Nasdem (17/6/2022) lalu tidak bergairah lagi untuk mengusung nama Prabowo,” kata SHE kepada Koma.id, Sabtu (18/6/2022).

Kedua, dengan mengusung nama Anies, Ganjar,  Andika dan tidak mengusungnya Prabowo, maka bisa dicermati sebagai bentuk siasat Surya Paloh membubarkan kesepakatan diam-diam antara Megawati Soekarno Putri dengan Prabowo yang sudah tercetus lama, semenjak adanya Perjanjian Batu Tulis hingga Perjanjian Berlin.

Bahkan beredar wacana pada Pilpres 2024 rencananya akan mengusung pasangan Prabowo-Puan Maharani. Hal itu tentu membuat Surya Paloh merasa tidak diuntungkan jika sekenario politik Mega-Prabowo berjalan mulus.

“Karenanya Surya Paloh bersama Nasdem memaksakan diri untuk mengajukan capresnya sendiri, yang siapa tau manuver politiknya itu akan diikuti oleh partai politik lainnya,” ungkap SHE.

Ketiga, selain Surya Paloh ada Jusuf Kalla di belakang Anies Baswedan, kedua saudagar kaya raya yang sudah lama keranjingan politik ini telah peras otak untuk dapat mengusung Anies Baswedan sebagai capres atau minimal cawapres 2024.

Pertarungan politik ini akan sangat menarik sekaligus menegangkan. Rakyat akan disuguhi kembali tontonan perang horizontal urat saraf antara pendukung Pancasila dan pendukung Khilafah. Jika Anies Baswedan masih dipaksa untuk memasuki gelanggang arena pertarungan capres 2024.

“Sungguh terlalu beresiko sekali bagi persatuan dan kesatuan bangsa ini kedepan, jika masih saja ada Parpol yang mau mengusung Anies Baswedan menjadi Capres masa depan,” tutup SHE.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.