Koma.id – Pengamat dari Rumah Politik Indonesia (RPI), Fernando EMaS menyayangkan postingan Roy Suryo di akun Twitter pribadinya yang memuat foto patung Budha di Candi Borobudur dengan editan wajah Presiden Joko Widodo.

“Walaupun Roy Suryo sudah melakukan klarifikasi bahwa hanya memposting ulang hasil postingan pihak lain namun apa yang dilakukannya tidak patut dan tidak pantas,” kata Fernando pada Rabu (15/6/2022).

Menurut Fernando, apa yang dilakukan oleh Roy Suryo dianggap ikut serta melakukan penghinaan terhadap agama orang lain media sosial.

“Sebaiknya Roy Suryo tidak hanya menghapus dari postingan akun Twitter tetapi juga meminta maaf kepada umat Buddha yang mungkin merasa tercederai akibat postingan tersebut,” ujarnya.

Meski begitu, Fernando berharap agar polemik ini segera selesai di masyarakat jangan sampai melebar.

“Yang sudah ya sudah, biarkan berlalu. Kita berharap semua akan baik-baik saja. Saling memaafkan saya rasa sangat perlu,” kata Fernando.

Sebelumnya, Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo mengaku terpaksa menghapus postingan yang memuat foto patung budha di Candi Borobudur dengan editan wajah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Roy Suryo mengunggah pada hari Jumat (10/6) lalu beberapa screenshot atau tangkapan layar dari beberapa postingan orang lain, salah satunya adalah menampilkan gambar editan stupa dengan wajah Presiden Joko Widodo.

Alasannya, karena foto editan tersebut adalah untuk menyinggung wacana kebijakan kenaikan harga tiket masuk Candi Borobudur menjadi Rp750 ribu. Bahkan Roy menyebut bahwa karya editan tersebut bagian dari kreatifitas netizen.

“Sejalan dgn Protes Rencana Kenaikan Harga Tiket naik ke Candi Borobudur (dari 50rb) ke 750rb yg (sdh sewarasnya) DITUNDA itu, Banyak Kreativitas Netizen mengubah Salahsatu Stupa terbuka yg Ikonik di Borobudur itu, LUCU, he-3x 🤣 AMBYAR,” tulis Roy Suryo di akun Twitter pribadinya, Jumat (10/6).

Diketahui, jika merujuk pasa Pasal 349 ayat (1) RUU KUHP dan Pasal 28 ayat 2 UU ITE, dapat didefinisikan bahwa setiap orang yang menyebarkan berarti bukan hanya yang mengedit.

Temukan juga kami di Google News.