Gulir ke bawah!
Politik

5 Tahun Pimpin Jakarta Tapi Elektabilitas Melempem, Qodari Anggap Anies Gagal

11945
×

5 Tahun Pimpin Jakarta Tapi Elektabilitas Melempem, Qodari Anggap Anies Gagal

Sebarkan artikel ini

KOMA.ID – Direktur eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari mengatakan, bahwa berdasarkan kacamata dana survei dan statistik yang ada, nama Anies Rasyid Baswedan sulit sekali menempati tangga teratas.

Bahkan jika pemilu 2024 hanya menampilkan dua Capres saja yakni Prabowo Subianto dan Anies Baswedan, kecenderungan Gubernur DKI Jakarta mentok di posisi kedua.

Silakan gulirkan ke bawah

“Waktu nama calon presiden papan atas cuma dua, Prabowo dan Anies, itu nomor satu pasti Prabowo. Anies nggak ada di atas Prabowo,” kata Qodari dikutip dari program talkshow di Youtube Helmy Yahya, Minggu (5/6).

Begitu juga ketika ada nama bakal calon Presiden yang masuk dalam radar bursa Capres 2024, sebut saja Ganjar Pranowo. Ternyata hasil survei membuktikan bahwa tingkat elektabilitas Anies juga merosot satu tingkat.

“Boro-boro Anies jadi nomor satu, begitu datang Ganjar, Ganjar itu kalau nggak nomor satu ya nomor dua. Anies turun peringkat jadi nomor tiga,” terangnya.

Padahal kata Qodari, tiket Anies untuk menuju RI 1 cenderung terbuka lebar. Bahkan ilmuan politik itu membandingkan tingkat elektabilitas Joko Widodo saat masih menjadi Gubernur DKI Jakarta.

“Bandingkan dengan elektabilitas Pak Jokowi waktu jadi gubernur Jakarta. Dilantik Oktober 2012, awal 2013 kita survei Jokowi sudah nomor satu. Hanya dalam enam bulan saja Jokowi nomor satu,” ujarnya.

“Anies Baswedan sudah hampir lima tahun, belum nomor satu, malah turun peringkat jadi nomor tiga,” sambungnya.

Jika melihat gelagat data yang ada, Qodari menilai rasa-rasanya sulit bagi Anies Baswedan untuk maju dan melesatkan diri di tangga elektabilitas.

“Sebetulnya nggak mudah juga bagi Anies untuk memenangkan pilpres yang akan datang, karena evaluasi publik di Indonesia terhadap kinerja dia (Anies) sebagai gubernur DKI Jakarta kalah jauh dibanding kinerja Jokowi dulu ketika menjadi gubernur DKI Jakarta,” tandasnya.

Lebih lanjut, dengan melempemnya tingkat elektabilitasnya sepanjang memimpin DKI Jakarta, Qodari menilai bahwa Anies sedang mengalami kegagalannya dalam menjalankan manuver politiknya selama ini.

“Anies gagal sebagai gubernur Indonesia. gubernur DKI itu kan gubernur Indonesia, karena eksposur gubernur DKI bersifat nasional. Gagal dia, dia tidak mendapat evaluasi yang positif sebagai gubernur Jakarta, sehingga yang di luar Jakarta ini ngelihat kalau Anies nggak layak jadi Presiden,” ucapnya.

Terakhir, Qodari menganggap kecil terhadap eskalasi suara Anies Presiden di kalangan masyarakat. Karena faktanya, kebisingan dukungan Anies Presiden 2024 tidak berjalan lurus dengan hasil rekam jejak pendapat publik dalam memandang Pilpres nanti.

“Memang ada yang mengatakan, dia layak jadi presiden. Tapi, nggak sebesar waktu Jokowi dulu,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.