Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Daerah

12 Gudang Bulog di NTT Rusak Imbas Diguncang Gempa

×

12 Gudang Bulog di NTT Rusak Imbas Diguncang Gempa

Sebarkan artikel ini
Bulog Ahmad Rizal Ramdhani
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. (Foto / Istimewa)

Koma.id Sebanyak 12 gudang Perum Bulog di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kerusakan setelah wilayah tersebut diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan kerusakan terjadi terutama pada bagian dinding dan pintu gudang. Kerusakan paling parah dilaporkan terjadi di wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Silakan gulirkan ke bawah

“Yang paling parah ini di Ruteng. Di Ruteng ini ada gudang-gudang kami yang mengalami kerusakan,” kata Ahmad dalam konferensi pers di Kantor Bulog, Minggu (23/8/2026).

Meski mengalami kerusakan, Ahmad memastikan kondisi struktur utama gudang masih aman. Kerusakan yang terjadi lebih banyak mengenai bagian dinding dan pintu, termasuk akibat dorongan tumpukan beras saat gempa terjadi.

Stok Beras Tetap Aman

Kerusakan gudang tidak sampai mengganggu persediaan beras Bulog di NTT. Ahmad memastikan stok pangan yang berada di gudang terdampak tetap dalam kondisi aman dan dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

“Beras aman, enggak masalah,” ujar Ahmad.

Menurutnya, kondisi gudang yang tetap kering membuat persediaan beras tidak mengalami kerusakan. Bulog juga memastikan seluruh pegawainya di wilayah terdampak dalam kondisi selamat sehingga pelayanan dan distribusi pangan tetap dapat berjalan.

Saat ini, stok beras Bulog di NTT berada di kisaran 35.000 hingga 37.000 ton. Jumlah tersebut dinilai masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk dalam masa penanganan pascagempa.

Bulog Siapkan Pasokan Tambahan

Untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan pangan selama masa tanggap darurat, Bulog juga menyiapkan skema penambahan pasokan dari wilayah sekitar.

Apabila diperlukan, tambahan beras dapat didatangkan dari Nusa Tenggara Barat (NTB) maupun Sulawesi Selatan sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kerusakan sejumlah gudang tidak menghambat distribusi bantuan pangan kepada masyarakat terdampak gempa.

Sebelumnya, Bulog juga telah menyiapkan tambahan pasokan beras untuk mendukung penanganan korban gempa NTT.

Segera Periksa dan Perbaiki Gudang

Bulog mengirimkan tim untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas pergudangan yang terdampak. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan bangunan yang mengalami kerusakan aman sebelum kembali digunakan secara penuh.

Perbaikan juga menjadi bagian dari mitigasi mengingat wilayah NTT masih berpotensi mengalami gempa susulan. Hingga Minggu (23/8/2026) pukul 12.00 WITA, BMKG mencatat 5.824 gempa susulan setelah gempa utama M7,7 mengguncang Flores. Gempa susulan terbesar tercatat mencapai magnitudo 6,2.

Dengan kondisi tersebut, Bulog harus memastikan fasilitas penyimpanan pangan tidak hanya kembali berfungsi, tetapi juga aman bagi pekerja dan persediaan pangan.

Pemerintah sendiri terus melakukan penanganan terhadap dampak gempa di sejumlah wilayah NTT. Distribusi bantuan pangan dan kebutuhan dasar menjadi salah satu prioritas agar kerusakan infrastruktur tidak berkembang menjadi gangguan pasokan bagi masyarakat terdampak.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.