Jakarta – Menjelang HUT RI ke-80, gelombang aksi demonstrasi buruh yang akan digelar di depan Gedung DPR pada 15 Agustus 2025 mendapat sorotan dari berbagai pihak. Peneliti CIE M. Chaerul mengingatkan, meski aksi tersebut adalah hak demokratis, potensi adanya “penumpang gelap” atau pihak yang ingin menunggangi gerakan tidak bisa diabaikan.
Menurut Peneliti CIE, para buruh perlu waspada terhadap penyusup yang sengaja memprovokasi untuk menciptakan kegaduhan dan benturan dengan aparat.
Haris Moti: Tuntutan Aksi 27 Agustus Sejalan dengan Kebijakan Prabowo, Waspadai Provokasi
“Kita semua paham, buruh berjuang untuk hak-hak mereka. Tapi ada oknum yang mungkin masuk dan mengalihkan tujuan aksi menjadi kerusuhan. Ini jelas akan mencederai citra gerakan buruh itu sendiri,” tegasnya.
CIE meyakini para buruh telah memiliki pengalaman dan kesadaran tinggi untuk mengantisipasi penyusup, baik dengan koordinasi internal maupun komunikasi dengan aparat keamanan.
“Buruh itu cerdas, punya agenda yang jelas. Saya yakin mereka bisa menjaga agar aksi tetap damai dan fokus pada tuntutan, bukan pada keributan,” tambahnya.
Peneliti CIE juga mengimbau publik untuk tidak terprovokasi oleh informasi-informasi menyesatkan yang beredar di media sosial.
“Momentum HUT RI harusnya menjadi ajang memperkuat persatuan, bukan sebaliknya,” tutupnya.














