Koma.id – Beredar sebuah video di aplikasi WhatsApp yang menampilkan aksi seorang wanita menyiksa seorang anak perempuan dengan narasi bahwa kejadian tersebut terjadi di Kota Ambon, Maluku.
Dilansir dari turnbackhoax.id, video yang menampilkan aksi seorang wanita menyiksa seorang anak perempuan yang diklaim terjadi di Kota Ambon, Maluku merupakan klaim yang salah. Faktanya, kejadian tersebut bukan terjadi di Kota Ambon, Maluku melainkan di San Juan, Argentina.
Wakapolri Cek Kesiapan Karhutla Kalteng, Teknologi hingga Ratusan Peralatan Pemadaman Disiagakan
Berdasarkan hasil penelusuran relawan Mafindo Maluku, Rusda Leikawa, potongan gambar yang identik dengan video tersebut diunggah di artikel berita berjudul “UNA MUJER PISA Y QUEMA A UNA NENA: QUÉ HAY DETRÁS DEL VIDEO VIRAL QUE ESCANDALIZA A LA ARGENTINA” (Terjemahan: SEORANG WANITA MENGINJAK DAN MEMBAKAR SEORANG GADIS: ADA APA DI BALIK VIDEO VIRAL YANG MENGHEBOHKAN ARGENTINA) yang terbit di situs elnueve.com pada 11 Mei 2023.
Dilansir dari artikel ini, sebuah video yang merekam pemukulan brutal yang dialami seorang gadis berusia lima tahun telah menjadi viral dalam beberapa jam terakhir dan membuat siapa pun yang melihatnya bergidik. Gambar-gambar tersebut menunjukkan seorang wanita secara brutal memukuli seorang gadis dan menyundutnya dengan sebatang rokok.
Video tersebut sampai ke ruang redaksi ElNueve.com dan meskipun beberapa orang mengklaim bahwa itu adalah kasus di Mendoza, itu terjadi di provinsi tetangga San Juan. Dalam kasus tersebut, seorang wanita ditangkap dan Kejaksaan sedang menyelidiki apakah itu sama dengan yang muncul di gambar.
Ketua FKPT Lampung M. Firsada Bintangi Film Ageman, Ajarkan Toleransi Islam di Zaman Nabi
Surat kabar Tiempo De San Juan melaporkan bahwa keadilan ditangani dengan sangat rahasia, tetapi mereka membenarkan kasus tersebut.
Pelaku penyiksaan anak di video itu sendiri sudah ditangkap oleh pihak kepolisian Argentina. Tahanan akan menjadi penduduk asli departemen dan akan tinggal di lingkungan Valle Grande, oleh karena itu, dia ditempatkan di kantor polisi Rawson dan menginstruksikan kasus CAVIG UFI.








