Koma.id – Kebijakan kenaikan tiket masuk Wisata Komodo sangat tidak bijak karena dilakukan di tengah pemulihan sektor pariwisata Indonesia.
Hal ini diungkapkan Sekjen Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA), Nofel Saleh Hilabi, dalam Profit, CNBC Indonesia, yang dikutip Koma.id pada Selasa (2/08/2022).
“Menurut saya kenaikan ini tidak bijak dan ini terlalu responsif. Semenstinya dipanggil dulu semua stakeholder, para pelaku usaha untuk duduk bareng. Karena kan banyak paket-paket tour yang sudah terjual bahkan memang yang sudah booking taruh DP nah ini kan akhirnya di-refund,” kata Nofel.
Nofel menjelaskan, dampak dari kebijakan kenaikan harga tiket wisata Pulau Komodo membuat mayoritas wisatawan membatalkan rencananya untuk berlibur ke sana. Menurut dia, kenaikan harta tersebut bukan solusi yang bijak dari pemerintah.
“Mereka yang tadinya mau terbang peswawatnya di-reufund. Refund pesawat kan tidak bisa 100 persen. Jadi mereka yang mau datang ke Pulau Komodo jadi banyak yang cancel. Akhirnya apa? ya rugi semuanya. Nah ini kan pemerintah tidak melihat dampak ini, mustinya harus duduk bersama dengan para stakeholder dulu,” ujarnya.
Siap-Siap Outsourcing Masuk Era Digital
“Ditengah pandemi semua ekonomi kita tahu turun, pemasukan kurang, malah ada kenaikan ini kan bukan suatu solus,” pungkasnya.
Seperti diketahui, pemerintah yang menaikkan tiket masuk ke Pulau Komodo, NTT menjadi Rp 3,75 Juta per 1 Agustus 2022, mendapat penilakan keras dari banyak pihak.








