Koma.id – Gedung Putih menunjukkan sikap menantang di tengah menguatnya peluang Partai Demokrat meraih kemenangan dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS) pada Selasa (3/11/2026).
Pemerintahan Presiden Donald Trump bahkan memperingatkan Partai Demokrat untuk bersiap menghadapi perlawanan lebih keras, meskipun Partai Republik berpotensi mengalami kekalahan yang dapat mengubah keseimbangan kekuasaan di Kongres. Sementara itu, Trump terlihat meluapkan kekesalannya melalui serangkaian unggahan di media sosial, termasuk menyerang stasiun televisi konservatif Fox News.
Dilansir dari AFP, Rabu (4/11/2026), suasana di Gedung Putih berubah ketika hasil awal pemilu menunjukkan Partai Demokrat semakin berpeluang memberikan pukulan politik terhadap Trump. Padahal, sebelumnya Gedung Putih menyatakan Trump masih optimistis secara berhati-hati terhadap hasil pemungutan suara.
“Suasana di Gedung Putih penuh sikap menantang,” kata seorang pejabat Gedung Putih kepada AFP.
Gedung Putih salahkan kualitas kandidat Republik Pejabat Gedung Putih tersebut menyoroti kualitas kandidat Partai Republik yang bertarung memperebutkan kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Senat AS. Menurutnya, Trump telah berupaya keras membantu para kandidat melalui dukungan politik dan kampanye di berbagai wilayah Amerika Serikat. Namun, sejumlah kandidat dinilai tidak mampu memanfaatkan dukungan tersebut secara maksimal.
“Kualitas kandidat itu penting, dan Presiden Trump melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam mempromosikan banyak kandidat yang ada di surat suara dibandingkan para kandidat itu sendiri,” kata pejabat tersebut. Pernyataan itu muncul meskipun Trump secara pribadi mendukung banyak kandidat Partai Republik dan berkeliling negara untuk menggalang suara bagi mereka. Pada malam pemilu, Trump mengundang anggota kabinet dan penasihat politiknya ke Ruang Timur Gedung Putih untuk menyaksikan penghitungan suara.
Sejumlah staf Gedung Putih juga menyantap makanan pesan antar dari restoran The Cheesecake Factory. Hal itu disebut sebagai sindiran terhadap mantan Presiden AS Barack Obama, yang sebelumnya mengejek renovasi Gedung Putih oleh Trump. Obama pernah mengatakan, hasil renovasi tersebut tampak seperti Saddam Hussein membuka sebuah Cheesecake Factory.
Namun, wartawan tidak diizinkan menghadiri acara pemantauan hasil pemilu di Gedung Putih. Situasi tersebut memperlihatkan bahwa pemerintahan Trump semakin menutup diri di tengah ketidakpastian hasil pemilu.








