Koma.id – Ketua Umum Partai Republik Satu Mischa Hasnaeni Moein atau lebih dikenal dengan julukan “Wanita Emas” membalik laporan sebelumnya atas dugaan pelecehan oleh Ketua KPU RI Hasyim Asyari. Hal ini membuktikan bahwa tantangan Penyelenggara Pemilu sangat besar.
Sebelumnya, KPU RI Hasyim Asyari dilaporkan oleh kuasa hukum Hasnaeni Moein, Farhat Abbas atas dugaan pelecehan. Tetapi, laporan itu dibantah sendiri oleh Hasnaeni lewat video klarifikasi yang menyatakan laporan itu tidak benar.
Dosen Ilmu Hukum UIN Sunan Kalijaga Hifdzil Alim menilai bahwa laporan terhadap Hasyim bisa dianggap sebagai upaya membunuh karakter penyelenggara pemilu.
PBNU Masa Khidmah 2021–2026 Resmi Demisioner
“Itu pembunuhan karakter. Sangat jelek untuk kualitas demokrasi,” ujar Hifdzil Alim kepada wartawan, Rabu (28/12).
Hifdzil menegaskan bahwa kekecewaan Hasnaeni boleh-boleh saja karena partai yang dia pimpin tidak lolos sebagai peserta Pemilu Serentak 2024. Namun baiknya kekecewaan itu diekspresikan dengan jalur yang tepat.
“Tapi sebaiknya cara-cara pembunuhan karakter itu tidak boleh dilakukan. Kita semua perlu menjaga (kualitas) demokrasi. Bukan malah menghancurkannya. Jika tidak lolos, gunakan mekanisme yang disediakan oleh UU Pemilu. Itu lebih fair,” pungkas dia.













