Koma.id – Aksi dan tindakan anarkis massa yang mengarak jenazah Lukas Enembe di Sentani, Jayapura, saat ini tengah dilakukan penyelidikan oleh kepolisian setempat.
“Kami sedang melakukan penyelidikan kenapa mereka melakukan anarkis dengan aparat dan pemerintah,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo, Kamis (28/12/2023).
Diketahui, akibat tindakan anarkis tersebut menyebabkan beberapa orang terluka, di antaranya Pj Gubernur Papua Ridwan Rumasukun, Sopir mobil Karo Ops Polda Papua.
“Korban yang sementara kita data, ada Pj Gubernur Papua Ridwan Rumasukun, sopir mobil Karo ops Polda Papua, sementara korban lainnya masih didata,” ungkap dia.
Sementara kerusakan akibat tindakan anarkis tersebut juga masih didata oleh pihak kepolisian.
Boni Hargens soal Pengamanan Demo 27 Agustus 2026, Anggap Polri Makin Dipercaya Jaga Keamanan
“Dari video yang beredar ada mobil polisi, kendaraan roda dua, serta beberapa gedung yang rusak di Sentani,” ungkapnya.
Pihaknya mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, hanya luka-luka.
“Pj Gubernur dan sopir mobil Karo Ops Polda Papua masih dirawat di rumah sakit,” ujarnya.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak terpancing dengan situasi tersebut. Serta kepada masa perarakan jenazah LE tidak melakukan tindakan anarkis.
“Kami himbau kepada masyarakat jangan mudah terprovokasi, tetap tenang bila tidak berkepentingan tidak perlu keluar rumah,” imbuhnya.












