Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Keamanan

Polisi Selidiki Alasan Massa Pengarak Jenazah Lukas Enembe Bersikap Anarkis

×

Polisi Selidiki Alasan Massa Pengarak Jenazah Lukas Enembe Bersikap Anarkis

Sebarkan artikel ini
Polisi Selidiki Alasan Massa Pengarak Jenazah Lukas Enembe Bersikap Anarkis
Tersangka Gubernur Papua Lukas Enembe mengenakan rompi oranye, diborgol dan menggunakan kursi roda saat di tampilkan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Rabu, Jakarta (11/1/2022). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Gubernur Papua Lukas Enembe selama 20 hari terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi senilai miliaran rupiah dalam proyek pembangunan infrastruktur. Lukas Enembe selanjutnya ditahan di rumah tahanan (Rutan) KPK pada Pomdam Jaya Guntur, dan akan dibantarkan untuk menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto hingga kondisinya membaik. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

Koma.id Aksi dan tindakan anarkis massa yang mengarak jenazah Lukas Enembe di Sentani, Jayapura, saat ini tengah dilakukan penyelidikan oleh kepolisian setempat.

“Kami sedang melakukan penyelidikan kenapa mereka melakukan anarkis dengan aparat dan pemerintah,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo, Kamis (28/12/2023).

Silakan gulirkan ke bawah

Diketahui, akibat tindakan anarkis tersebut menyebabkan beberapa orang terluka, di antaranya Pj Gubernur Papua Ridwan Rumasukun, Sopir mobil Karo Ops Polda Papua.

“Korban yang sementara kita data, ada Pj Gubernur Papua Ridwan Rumasukun, sopir mobil Karo ops Polda Papua, sementara korban lainnya masih didata,” ungkap dia.

Sementara kerusakan akibat tindakan anarkis tersebut juga masih didata oleh pihak kepolisian.

“Dari video yang beredar ada mobil polisi, kendaraan roda dua, serta beberapa gedung yang rusak di Sentani,” ungkapnya.

Pihaknya mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, hanya luka-luka.

“Pj Gubernur dan sopir mobil Karo Ops Polda Papua masih dirawat di rumah sakit,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak terpancing dengan situasi tersebut. Serta kepada masa perarakan jenazah LE tidak melakukan tindakan anarkis.

“Kami himbau kepada masyarakat jangan mudah terprovokasi, tetap tenang bila tidak berkepentingan tidak perlu keluar rumah,” imbuhnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.