Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Daerah

Polisi Periksa Sejumlah Saksi Terkait Kasus Dugaan Curas yang Tewaskan Lansia di Karawang

×

Polisi Periksa Sejumlah Saksi Terkait Kasus Dugaan Curas yang Tewaskan Lansia di Karawang

Sebarkan artikel ini
Kasus Pencurian dan Kekerasan di Karawang
Tim Inafis dari Polres Karawang tengah melakukan olah TKP di rumah Hj. Emot (70) yang menjadi korban Curas.

KOMA.ID, KARAWANG – Kepolisian Resor Karawang terus mendalami kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang lansia di Dusun Pasirpogor, Desa Kiarapayung, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang. Korban, Hj. Emot (70), ditemukan tewas bersimbah darah di kamar mandi rumahnya pada Selasa (29/4) siang.

Kasus tersebut saat ini ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Karawang. Sejumlah langkah telah dilakukan aparat, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang diduga mengetahui peristiwa tersebut.

Silakan gulirkan ke bawah

“Penyidik telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk dua cucu korban berinisial SH (29) dan MJ (28), yang pertama kali menemukan korban,” ujar Kasi Humas Polres Karawang, IPDA Solikhin, Rabu (30/4) petang.

Menurut keterangan, peristiwa bermula saat SH mendengar suara rintihan mencurigakan dari dalam rumah neneknya. Bersama MJ, ia kemudian memeriksa rumah dan mendapati sang nenek dalam kondisi terluka parah di kamar mandi, dengan luka di bagian leher dan tubuh yang mengeluarkan banyak darah.

SH kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk membawa korban ke puskesmas. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh petugas medis.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga pelaku masuk ke rumah melalui pintu depan yang tidak terkunci. Selain menghilangkan nyawa korban, pelaku juga diduga membawa kabur perhiasan emas seberat 100 gram milik korban.

“Tim Inafis sudah melakukan olah TKP, dan jenazah korban telah dibawa ke RSUD Karawang untuk proses autopsi,” tambah Solikhin.

Hingga kini, identitas pelaku masih dalam penyelidikan. Polisi menduga kuat bahwa pelaku merupakan dua orang tak dikenal. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada aparat.

“Mohon doanya agar pelaku segera teridentifikasi dan bisa ditangkap. Kami akan terus melakukan penyelidikan sampai tuntas,” tegas Solikhin.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.