Koma.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pemerintah telah mengevaluasi atas terjadinya peretasan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2.
“Ya sudah kita evaluasi semuanya,” ujar Jokowi di Karawang New Industry City (KNIC), Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (3/7/2024).
Jokowi menjelaskan peretasan PDNS 2 telah dicarikan solusi agar tidak terjadi kembali.
“Yang paling penting semuanya harus dicarikan solusinya agar tidak terjadi lagi, di-back up semua data nasional kita sehingga kalau ada kejadian, kita tidak terkaget-kaget,” jelasnya.
Ia mengakui peretasan data bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan terjadi di negara-negara lain. “Ini juga terjadi di negara-negara lain, bukan hanya di Indonesia saja,” imbuhnya.
Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16–18 Hari, Antrean di Bali Diduga Terkendala Distribusi
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Hadi Tjahjanto menyebut penyebab peretasan PDNS 2 telah diketahui. Pemerintah menargetkan layanan pulih pada Juli ini.
Hadi mengatakan salah satu penyebab peretasan PDNS 2 adalah penggunaan kata sandi yang terdeteksi. Untuk itu, ia menekankan pentingnya pengawasan agar hal serupa tak terulang kembali.
“Dari hasil forensik, kami telah mengetahui siapa saja pengguna yang sering menggunakan kata sandi mereka, yang akhirnya menyebabkan masalah serius ini,” kata Hadi dalam jumpa pers di kantor Menko Polhukam, Jakarta, Senin (1/7/2024).














