Koma.id – Pemerintah akan kembali melakukan uji coba sistem pembayaran jalan tol nirhenti nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF). Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, menyebut pelaksanaan sistem ini sebelumnya sempat mengalami stagnasi.
Ia menjelaskan, pada akhir tahun lalu Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) merekomendasikan agar BPJT melanjutkan atau kembali melakukan uji coba MLFF.
“Hal ini karena sebelumnya terdapat dua klaim yang berbeda, di mana dari BPJT atau BUJT menyatakan bahwa sistem belum berhasil, sementara dari Roatex menyatakan bahwa sistem tersebut sudah berhasil,” ujar Wilan dalam acara silaturahmi Menteri Pekerjaan Umum dengan awak media, Kamis (2/4/2026) di Jakarta.
PBNU Masa Khidmah 2021–2026 Resmi Demisioner
Uji Coba Dilakukan Menyeluruh
Wilan mengatakan, uji coba kembali akan dilakukan secara menyeluruh atau end to end. Pengujian ini mencakup seluruh proses, mulai dari pengguna mengunduh aplikasi, menggunakan sistem, hingga pembayaran diterima oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
Menurutnya, terdapat beberapa tahapan yang telah disepakati dalam pelaksanaan uji coba. Tahap awal adalah pra uji coba yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Pada tahap ini, Roatex sesuai kontrak memiliki kewajiban menyiapkan Term of Reference (TOR) sebagai panduan pelaksanaan.
Dalam rangka penyusunan TOR tersebut, pada 3–5 Maret lalu telah dilakukan functional test tahap awal.
“Functional test itu lebih ke demonstrasi fitur aplikasi yang ada di CANTAS dan lebih ke skenario positif,” jelas Wilan.
Persiapan Infrastruktur dan Uji Lanjutan
Dalam waktu dekat, akan dilakukan functional test tahap kedua untuk melengkapi kesiapan infrastruktur jalan tol yang akan digunakan. Setelah seluruh aspek dinyatakan siap, pemerintah akan melanjutkan ke tahap pra uji coba secara menyeluruh.
“Untuk target waktu pelaksanaannya, prinsipnya adalah semakin cepat semakin baik atau the sooner the better,” kata Wilan.
Proyek MLFF Sudah Dirintis Sejak 2016
Sebagai informasi, MLFF telah diinisiasi sejak sekitar 10 tahun lalu, tepatnya saat kunjungan Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orbán, ke Indonesia pada 2016.
Proyek ini digarap oleh perusahaan teknologi asal Hungaria, Roatex Ltd., melalui anak usahanya PT Roatex Indonesia Toll System (RITS). Pendanaan proyek MLFF sepenuhnya berasal dari pemerintah Hungaria dengan nilai mencapai US$300 juta atau sekitar Rp4,65 triliun.













