Koma.id – Sebanyak lima unit mobil milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), dirusak oleh orang tak dikenal.
Penjelasan itu diampaikan oleh Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom, Minggu (10/12/2023).
Jumlah total mobil yang dirusak oleh orang tak dikenal tersebut ada 11 unit, lima di antaranya milik KPU Kota Semarang.
PBNU Masa Khidmah 2021–2026 Resmi Demisioner
“Ada lima unit. Ada baret di luar,” kata Henry.
Berdasarkan keterangan dari staf KPU, belasan mobil yang menjadi korban perusakan tersebut terparkir di Gedung Pandanaran, dekat Lawang Sewu dan Tugu Muda Semarang.
“Yang saya terima dari staf, yang dirusak (dibaret-baret) itu mobil yang parkir di Gedung Pandanaran,” ujar dia.
Henri menjelakan, ada sejumlah instansi lain yang berkantor di Gedung Pandanaran Semarang, bukan hanya KPU saja. Saat peritiwa perusakan mobil itu terjadi, seluruh pimpinan KPU Kota Semarang sedang mengikuti kegiatan di Jakarta.
“Jumlah 11 itu tidak semua milik KPU,” ujarnya menegaskan.
“KPU ada lima yang dirusak, sisanya adalah mobil dari dinas lain yang parkir di Gedung Pandanaran,” kata dia.
Semwntara itu Kepolisian turun tangan menyelidiki perusakan sejumlah kendaraan milik pemkot serta KPU Kota Semarang di Gedung Pandanaran.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar menjelaskan sebagian mobil yang dirusak merupakan mobil inventarisir milik KPU yang sedang terparkir.
“Betul ada mobil dibaret, sekitar 11 mobil. Sebagian punya invetaris milik KPU. Kejadiannya Sabtu 9 Desember kemarin pagi hari,” ungkap Irwan dilansir dari InilahJateng, Minggu (10/12/2023).
Tak hanya mobil dinas milik KPU Kota Semarang, mobil dinas yang juga parkir di Gedung Pandanaran juga ikut dibaret.
“Di gedung itu ada beberapa dinas yang berkantor ada dinas koperasi, pariwisata, kesbangpol. Lalu ada KPU. Sebagian mobil dinas yang diparkir di situ,” ujarnya.
Dalam rekaman CCTV, pelaku diketahui berjumlah satu orang. Ia berkeliling di tempat parkir dan menghampiri mobil-mobil yang ada di parkiran itu. Ia kemudian melakukan sesuatu dengan mobil-mobil itu dan menutupi perbuatannya dengan kain.
“Masih dalam penyelidikan ya untuk pelaku,” kata Irwan.








