Koma.id, Jakarta – Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hasilnya, approval rating terhadap Jokowi meningkat menjadi 76% dari sebelumnya sebesar 70%.
Survei digelar selama 3-5 Desember 2023. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD) dengan melibatkan sebanyak 1.426 responden.
Kerusuhan di Prancis Meluas: Kemlu RI Imbau WNI Hindari Kerumunan, Dipastikan Tak Ada WNI Terlibat
Wawancara dengan responden dilakukan lewat telepon oleh pewawancara yang dilatih. Margin of error diklaim diperkirakan +- 2,6% pada tingkat kepercayaan 95% asumsi simple random sampling.
“Kita juga memotret persepsi masyarakat terhadap presiden. Tingkat kepuasan masyarakat pada awal Desember 2023 ini di angka 76%. Kalau digabungkan di antara yang sangat puas dengan cukup puas,” kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam konferensi pers secara virtual, Minggu (10/12/2023).
Djayadi mengatakan angka kepuasan kepada Jokowi ini meningkat dari angka di survei sebelumnya sebesar 70%. Namun, sebutnya, tingkat kepuasan di akhir tahun ini masih belum melebihi angka pada bulan Juli yakni sebesar 82%.
“Kalau kita lihat trennya, memang dibandingkan dengan 1,5 bulan lalu pada Oktober (70%), itu mengalami peningkatan positif tapi ini belum mencapai angka seperti pada Juli 2023 yang kami temukan. Saat itu mencapai angka tertinggi 82%,” ujar dia.
Djayadi memaparkan sejumlah alasan responden yang memilih puas dengan kinerja Jokowi. Alasan yang paling banyak dipilih ialah bantuan kepada masyarakat ekonomi bawah.
“Lalu alasan-alasan mengapa masyarakat menyatakan puas. Itu alasan paling tinggi adalah pemerintah atau presiden memberikan bantuan kepada rakyat kecil,” katanya.
Berikut alasan puas dengan kinerja Jokowi menurut LSI:
– Memberi bantuan kepada rakyat kecil 33,4%
– Membangun infrastruktur 24,9%
– Kinerjanya sudah bagus 18,3%
– Orangnya merakyat 7,0%
– Orangnya baik 3,0%
– Mengurangi kemiskinan 1,1%
– Pemerataan pendapatan 0,8%
– Mengendalikan harga kebutuhan pokok 0,5%
– Pemberantasan korupsi 0,1%
– Lainnya 5,8%
– Tidak tahu/tidak jawab 5,0%
Berikut alasan tidak puas dengan kinerja Jokowi menurut LSI:
– Bantuan tidak merata 19,4%
– Kinerjanya buruk 17,1%
– Harga kebutuhan pokok meningkat 9,7%
– Kurang berpihak kepada rakyat kecil 8,8%
– Lapangan kerja/pengangguran 8,2%
– Utang negara semakin tinggi 4,4%
– Kemiskinan tidak berkurang 4,0%
– Penegakan hukum semakin buruk 3,3%
– Politik dinasti 3,1%
– Gagal memberantas korupsi 2,1%
– Ketimpangan pendapatan 1,9%
– Kualitas pendidikan buruk 1,3%
– Tidak suka Jokowi 1,0%
– Kurang mampu memimpin 0,9%
– Cawe-cawe penentuan capres 0,8%
– Dikendalikan oleh partai 0,4%
– Otoriter 0,0%
– Lainnya 8,9%
– Tidak tahu/tidak jawab 4,7%














