Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Langkah Terbaru Pemerintah Atasi Polusi Udara yang Kian Memburuk

×

Langkah Terbaru Pemerintah Atasi Polusi Udara yang Kian Memburuk

Sebarkan artikel ini
Langkah Terbaru Pemerintah Atasi Polusi Udara yang Kian Memburuk
Usulkan penerapan work from home (WFH) bagi beberapa perusahaan untuk mengurangi polusi udara di Jakarta. (AFP/YASUYOSHI CHIBA)

Koma.id Pemerintah terus melakukan langkah-langkah cepat untuk mengatasi polusi udara yang kian hari kian memburuk.

Kualitas udara di Jakarta tercatat kembali memburuk setelah sempat membaik kala pelaksanaan KTT ASEAN 2023 pada 5-7 September.

Silakan gulirkan ke bawah

Laman pemantau kualitas udara, IQair, pada senin (11/9/2023), memperlihatkan indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta adalah 151.

Angka itu menunjukkan kualitas udara Jakarta tak sehat, dengan polusi udara PM2,5 dan memiliki nilai konsentrasi 56,2 mikrogram per meter kubik.

Mendengar kondisi itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pemerintah telah mengambil langkah untuk mengatasinya.

“Ini sudah dibentuk oleh Presiden, satgasnya nanti Menkomarves (Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi) yang akan memimpin,” ujarnya di Hotel The Sultan, Senin malam (11/9/2023).

“Saya peranannya lebih ke hilir, menjaga bagaimana yang sudah kena itu, baik infeksi di pernapasan atau di paru-paru kita bisa atasi dengan baik,” tambahnya.

Ia pun menyarankan bila udara memang sudah tidak sehat, sebaiknya memakai masker.

Budi mengungkapkan terkait masalah ini setiap kementerian tugasnya sudah dibagi-bagi.

“Ada yang tugasnya mengurus sumbernya, itu kan ada (kementerian) perindustrian, ada juga (kementerian) transportasi, ada juga yang tugasnya menjaga pengukurannya, itu diberikan ke (kementerian) lingkungan hidup, ada yang mengurusi akibatnya,” ujar Budi.

“Nah, saya kebagian yang mengurusi akibatnya,” tambahnya.

Budi pun mengakui adanya peningkatan jumlah pasien pernapasan yang terkait dampak polusi udara.

“Memang ada peningkatan sekarang. Tapi itu bisa disembuhkan, bisa dirawat. Kami sudah minta seluruh puskesmas di Jabodetabek untuk menangani ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut),” kata Budi.

“Sedangkan untuk pneumonia yang sampai ke paru dan perlu di rontgen itu di rumah sakit-rumah sakit sudah kita perintahkan. Kalau tertangani isu kesehatannya tidak fatal,” sambungnya.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.