Koma.id– Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap langkah-langkah soft approach yang diambil oleh Panglima TNI dalam menangani situasi keamanan di Papua.
Menurut Frits, pendekatan dialogis yang diutamakan menjadi kunci utama dalam menciptakan kedamaian di daerah tersebut.
Pentingnya melibatkan para tokoh yang benar-benar berada di tengah masyarakat menjadi sorotan Frits. Menurutnya, kehadiran dan partisipasi aktif para tokoh masyarakat dapat menjadi jembatan yang efektif untuk memahami dan menyelesaikan permasalahan di Papua.
Haris Moti: Tuntutan Aksi 27 Agustus Sejalan dengan Kebijakan Prabowo, Waspadai Provokasi
“Panglima harus melibatkan tokoh-tokoh yang bekerja di depan, bukannya tokoh-tokoh yang bekerja di dalam ruangan,” kata Frits.
Ketika ditanya mengenai langkah-langkah hard approach, Frits menilai bahwa pendekatan tersebut dapat menimbulkan masalah baru.
Ia menyoroti pentingnya menghindari kebijakan yang bersifat represif dan lebih memilih upaya damai melalui dialog. Menurutnya, pendekatan keras justru berpotensi memperburuk situasi dan memicu konflik yang lebih besar.
Frits juga menyayangkan rentetan kekerasan yang terjadi belakangan ini di Papua, yang menyebabkan korban baik dari kalangan aparat keamanan maupun warga sipil.
Ia menekankan perlunya langkah-langkah konkret dan berkelanjutan untuk mengatasi akar permasalahan dan menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di Papua.
“Kami terus berdukacita atas rentetan kejadian hingga adanya korban jiwa,” tambahnya.










