Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Internasional

Kontroversial Salwan Momika Tak Bermoral, Memicu Kemarahan Umat Muslim Seluruh Dunia

×

Kontroversial Salwan Momika Tak Bermoral, Memicu Kemarahan Umat Muslim Seluruh Dunia

Sebarkan artikel ini
Kontroversial Salwan Momika Tak Bermoral, Memicu Kemarahan Umat Muslim Seluruh Dunia
Salwan Momika kembali melakukan aksi bakar Al Qur'an di Swedia

Koma.id – Rencana aksi pembakaran Al Quran oleh aktivis Salwan Momika di Stockholm, Swedia, memicu kemarahan umat Muslim di seluruh dunia. Momika diperkirakan akan melanjutkan aksi kontroversial tersebut, meskipun beberapa pekan sebelumnya telah mendapat izin protes dari pihak berwenang.

Keputusan Swedia memberikan izin untuk aksi pembakaran tersebut telah menimbulkan reaksi keras di kalangan umat Muslim, termasuk di Irak, di mana ratusan pengunjuk rasa menyerbu kompleks kedutaan di Baghdad sebagai bentuk protes. Mereka menuntut agar Swedia mencabut izin aksi tersebut dan menghormati kitab suci umat Islam.

Silakan gulirkan ke bawah

Tak tinggal diam, kantor perdana menteri Irak telah memerintahkan agar Dubes Swedia di Baghdad segera meninggalkan negara tersebut sebagai tindakan protes atas rencana pembakaran Al Quran di Stockholm. Ancaman lebih lanjut juga telah diutarakan oleh pemerintah Irak, yaitu pemutusan hubungan diplomatik dengan Swedia, jika penodaan terhadap Al Quran terjadi lagi di masa mendatang.

Bahkan ratusan pengunjuk rasa menyerbu dan membakar kedutaan Swedia di Ibu Kota Irak.

Sebuah pernyataan pemerintah Irak menambahkan bahwa Baghdad juga menarik kembali kuasa usahanya di Swedia, dan kantor berita negara Irak melaporkan bahwa Irak telah menangguhkan izin kerja Ericsson Swedia di wilayah Irak seperti dikutip dari Al Arabiya, Kamis (20/7/2023).

Kontroversi ini terus memanas dan menciptakan ketegangan internasional antara Swedia dan negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Beberapa pihak juga menyerukan adanya dialog dan pengertian antarbudaya untuk menghindari eskalasi lebih lanjut dalam isu yang sensitif ini.

Meskipun aktivis Salwan Momika berpendapat bahwa aksinya adalah bentuk kebebasan berbicara, dampak dari tindakan tersebut tampaknya telah menyentuh sisi-sisi emosional dan politik, mempertajam perpecahan di tengah-tengah masyarakat global.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.