Koma.id – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mendorong kesetaraan gender di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dengan membuka ruang dan kesempatan bagi polisi wanita (Polwan) untuk mengembangkan karier hingga level tertinggi. Bahkan, Kapolri berharap suatu saat nanti Polri dapat dipimpin seorang polisi wanita.
Hal itu disampaikan Kapolri saat membuka konferensi International Association of Women Police (IAWP) di The Westin Resort, Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Minggu (20/9). Konferensi yang untuk pertama kalinya digelar di Asia tersebut diikuti hampir 500 delegasi dari 43 negara dan berlangsung hingga Kamis (24/9).
ESDM Bantah Kabar Pertalite Naik Jadi Rp13.500 per Liter, Tegaskan Informasi di Medsos Hoaks
Kapolri mengatakan konferensi IAWP menjadi momentum untuk bertukar informasi, pengalaman, dan pengetahuan guna meningkatkan kapasitas kepolisian, khususnya Polwan. Pengalaman dari berbagai negara diharapkan dapat mendorong Polwan Polri mengembangkan kemampuan dan kariernya.
“Harapan kita bahwa di kegiatan ini akan terjadi tukar-menukar informasi, pengalaman, dan tentunya juga semangat untuk terus meningkatkan kapasitas kepolisian, khususnya polisi wanita untuk bisa terus mengembangkan karier dan kemampuannya,” ujar Kapolri.
Menurut Kapolri, kesetaraan gender merupakan bagian yang terus didorong dalam pengembangan institusi Polri. Karena itu, kesempatan bagi Polwan untuk menduduki jabatan strategis hingga level tertinggi tetap dibuka.
“Kita terus mengejar kesetaraan gender. Kita selalu membuka ruang dan kesempatan Polwan untuk berkarier sampai di level tertinggi,” tegasnya.
Kapolri mencontohkan sejumlah negara yang telah memiliki pimpinan kepolisian wanita, seperti Australia dan Belanda. Menurut dia, pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi Polwan Indonesia dalam meningkatkan kapasitas dan kemampuan kepemimpinan.
“Harapan kita beberapa puluh tahun ke depan Indonesia juga akan ada kesempatan untuk dipimpin oleh seorang kepala polisi wanita,” katanya.
Pengakuan terhadap kepemimpinan perempuan di kepolisian juga ditunjukkan melalui penghargaan yang diberikan dalam pembukaan konferensi IAWP. Salah satunya kepada Polwan Polri AKBP Heti Patmawati, yang dinilai menunjukkan kepemimpinan berprinsip, tangguh, dan beretika saat menjabat Kapolres Lampung Timur.
Heti, yang kini menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Lampung, dinilai mampu memperkuat keamanan publik, integritas institusi, dan kepercayaan masyarakat melalui kepemimpinan strategis, akuntabilitas, dan empati. Upaya kepolisian yang berpusat pada korban, pemberantasan korupsi, serta inovasi yang dilakukannya juga dinilai berdampak terhadap kinerja operasional dan pelayanan publik.
Penghargaan lainnya diberikan kepada Inspektur Nicole Simpson dari Royal Canadian Mounted Police (RCMP). Dia mendapat pengakuan atas kepemimpinan dan keahlian investigasinya sebagai Komandan Tim Respons Cepat Keamanan Nasional dalam menangani investigasi keamanan nasional yang kompleks.
Sementara penghargaan warga sipil terbaik tahun ini diberikan kepada Amy Nagy dari Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia Utara. Sebagai Kepala Media Kepolisian Kontra Terorisme. Amy dinilai menunjukkan kepemimpinan dalam komunikasi strategis selama investigasi kontra-terorisme serta berkontribusi memperkuat kepercayaan publik dan kerja sama internasional.
Presiden IAWP Julia Jaeger mengatakan konferensi di Bali merupakan yang pertama kali diselenggarakan IAWP di Asia. Sebelumnya, konferensi di kawasan ini sempat direncanakan, tetapi tidak terlaksana akibat pandemi Covid-19.
Julia menyebut hampir 500 delegasi perempuan dari berbagai negara hadir untuk belajar, berbagi pengalaman, dan saling memberikan pengetahuan. Dia berharap konferensi tersebut semakin memberdayakan perempuan dalam kepolisian, termasuk di kawasan Asia.
“Kami berharap ini menjadi yang pertama dari banyak konferensi berikutnya, karena kegiatan ini akan semakin memberdayakan perempuan dalam kepolisian di kawasan ini untuk menjalankan tugas mereka,” ujar Julia. *pol








