Koma.id | Muara Teweh, Kalteng – Penerbangan dari dan menuju Bandara Haji Muhammad Sidik, Kabupaten Barito Utara, dibatalkan selama dua hari berturut-turut akibat kabut asap pekat yang menurunkan jarak pandang di sekitar bandara.
Kepala Bandara Haji Muhammad Sidik, Muhammad Amrillah K, mengatakan pembatalan penerbangan dilakukan pada Rabu 19 Agustus 2026 dan Kamis (20/08).
“Hari ini, hari kedua penerbangan yang membatalkan terbang ke Muara Teweh akibat kabut asap kembali tebal,” ujarnya.
Haris Moti: Tuntutan Aksi 27 Agustus Sejalan dengan Kebijakan Prabowo, Waspadai Provokasi
Maskapai Wings Air dengan rute Banjarmasin–Muara Teweh menjadi yang terdampak pembatalan. Bandara Haji Muhammad Sidik merupakan bandara visual yang membutuhkan jarak pandang minimal 5.000 meter. Namun, jarak pandang pada Kamis pagi hingga siang hanya sekitar 1.000 meter.
“Karena tidak aman untuk penerbangan, rute tersebut hari ini dibatalkan,” kata Amrillah.
Sebagian penumpang memilih melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi darat. Waktu tempuh menuju kota tujuan diperkirakan antara 9 hingga 13 jam.
“Untuk jadwal penerbangan tetap ada setiap hari, namun tergantung dari visibility kabut asapnya, semoga besok cuaca membaik,” tambah Amrillah.
Selain melayani penerbangan harian ke Banjarmasin, Bandara Haji Muhammad Sidik juga melayani rute perintis pulang-pergi ke Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, menggunakan pesawat Susi Air.









