Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Kabareskrim Diminta Fokus Bersih-Bersih Internal Polri, Tak Perlu Khawatirkan Upaya ‘Balas Dendam’

×

Kabareskrim Diminta Fokus Bersih-Bersih Internal Polri, Tak Perlu Khawatirkan Upaya ‘Balas Dendam’

Sebarkan artikel ini
Kabareskrim Diminta Fokus Bersih-Bersih Internal Polri, Tak Perlu Khawatirkan Upaya ‘Balas Dendam’
Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto.

Koma.id – Pakar Hukum Universitas Muhammadiyah Tangerang Gufroni mengatakan Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto harus tetap fokus melakukan bersih-bersih ditubuh internal Polri.

“Saya kira upaya bersih-bersih di tubuh kepolisian yang dilakukan selama ini oleh Kapolri dan juga Kabareskrim harus terus didukung oleh publik,” ujar Gufroni, Sabtu (26/11/2022).

Silakan gulirkan ke bawah

Penegakan hukum menurut dia menjadi sebuah keniscayan dan kepolisian harus terus melakukan upaya itu secara konsisten. Walaupun banyak pihak atau kelompok tertentu yang tidak suka dan berupaya untuk melakukan balas dendam.

“Publik saya kira percaya dengan upaya-upaya yang sudah ditempuh itu, misalnya soal pengungkapan keterlibatan Sambo dalam kasus pembunuhan almarhum Josua dan lainnya, yang sempat berusaha mati-matian mereka tutupi, dengan berbagai persekongkolan yang ada,” tandasnya.

Kabareskrim, kata dia, tidak perlu khawatir akan upaya balas dendam dan upaya menjatuhkan terhadap dirinya, melalui persekongkolan jahat yang terbaru, terlepas dari entah siapa yang melakukannya.

“Karena jelas saja kerja-kerja Kabareskrim penuh dengan resiko upaya balas dendam dari pihak yang tak senang. Saya kira masyarakat sudah paham soal pengakuan Ismail Bolong sebagaimana yang sudah ditarik pernyataannya. Publik sangat paham apa dan siapa dibalik upaya balas dendam tersebut,’’ pungkas Gufroni.

Diketahui, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto melakukan klarifikasi terkait tudingan dirinya menerima setoran yang dituding Ismail Bolong.

“Saya ini penegak hukum. Ada istilah bukti permulaan yang cukup dan bukti yang cukup. Maklumlah kasus almarhum Brigadir Yoshua aja mereka tutup-tutupi,” jelas Komjen Agus saat dikonfirmasi, Jumat (25/11/2022).

Komjen Agus menyebut, apa yang dikerjakan dirinya, termasuk Bareskrim Polri selalu berdasarkan fakta. Dia juga menyebut, mempertanggungjawabkan apa yang dikerjakannya kepada Tuhan.

“Saya mempertanggungjawabkan seluruh pekerjaan saya kepada Allah SWT. Arahan Bapak Presiden kepada Kapolri dan tuntutan masyarakat yang sedemikian cerdas,” beber Komjen Agus.

Mantan Kapolda Sumut ini menyebut, berita acara pemeriksaan (BAP) dalam kasus ini bahkan sempat dibuat sedemikian rupa dan bisa direkayasa. Tak hanya kasus Brigadir J, dia juga menyinggung kasus narkotika yang menjerat Irjen Teddy Minahasa.

“Liat saja BAP awal seluruh tersangka pembunuhan almarhum Brigadir Yoshua dan teranyar kasus yang menjerat IJP TM yang belakangan mencabut BAP juga” kata Komjen Agus.

Diberitakan sebelumnya, media sosial sempat dihebohkan sebuah video berisi pengakuan seseorang yang disebut-sebut pensiunan Polri bernama Ismail Bolong. Pria tersebut mengaku pernah menjalankan tambang ilegal.

Dia juga menyeret nama jenderal polisi bintang tiga yang saat ini menduduki jabatan sebagai Kabareskrim Polri. Dia mengaku memberikan uang hingga Rp 6 miliar dalam hal setoran tambang ilegal tersebut.

Setelah merebaknya video tersebut, Ismail Bolong kemudian buru-buru melakukan klarifikasi. Dia juga menyampaikan permintaan maafnya kepada Kabareskrim terkait tudingan itu.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.