Koma.id – Jama’ah Haji Indonesia yang mengambil Nafar Tsani akan mengakhiri fase menginap (mabit) di Mina pada 20 Juni 2024. Mereka akan kembali ke penginapannya di Makkah hari ini.
Ada dua pilihan bagi jama’ah saat mabit di Mina, yaitu Nafar Awal dan Nafar Tsani. Jama’ah yang mengambil pilihan Nafar Awal harus keluar dari Mina pada 12 Zulhijjah sebelum terbenamnya matahari. Mereka melontar Jumrah pada 10 Zulhijjah (Aqabah), lalu 11 – 12 Zulhijjah (Ula, Wustha, dan Aqabah).
Sedang untuk Nafar Tsani akan mabit dan keluar dari Mina pada 13 Zulhijjah. Mereka akan lontar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah terlebih dahulu sebelum meninggalkan Mina.
“Alhmdulillah semua berjalan dengan lancar barokah, Insya Allah nanti kami akan ke Makkah dengan bus untuk mengantar jama’ah dari tenda di Mina menuju hotel di Makkah, Bismillah agar lancar semunya hingga akhir, Aamiin” ujar Dirut Jelajah Wisata Thoyibah Akmaludin Akbar di Mina, Kamis (20/6/2024).
Ritual lempar jumrah adalah salah satu bagian penting dari ibadah haji di Mekah. Dalam ritual ini, para jamaah melempar batu ke tiga tiang yang melambangkan setan. Tiang-tiang ini dikenal sebagai Jamarat dan terletak di Mina.
Adapun Nafar Tsani adalah istilah yang merujuk pada jamaah haji yang memilih untuk tinggal lebih lama di Mina hingga tanggal 13 Dzulhijjah.
Adalah tata cara melempar jumrah pada Nafar Tsani, berawal di tanggal 11 Dzulhijjah lontar jumrah Ula sebanyak 7 kali, dengan menggunakan kerikil dan setiap lemparan disertai dengan membaca takbir.
Adapun di tanggal 12 Dzulhijjah, melontarkan kerikil di tiang Wustha sebanyak 7 kali, menggunakan kerikil dan membaca takbir saat melempar.
Disusul hari ketiga pada tanggal 13 Dzulhijjah melontar Jumrah Aqabah sebanyak 7 kali dengan kerikil sambil membaca takbir setiap kali melempar. (*/A2n)









