Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

IPR Nilai Suyudi Ario Seto Jadi Ekspektasi Baru Masyarakat terhadap Polri

×

IPR Nilai Suyudi Ario Seto Jadi Ekspektasi Baru Masyarakat terhadap Polri

Sebarkan artikel ini
Iwan Setiawan
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan.

KOMA.ID, JAKARTA – Direktur eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menilai sosok Komjen Pol Suyudi Ario Seto memiliki modal pengalaman yang relevan untuk memimpin Polri pada fase yang membutuhkan penguatan profesionalisme dan reformasi kelembagaan.

“Suyudi merupakan perwira yang memiliki pengalaman panjang di lingkungan kepolisian, khususnya dalam bidang reserse dan penegakan hukum. Pengalaman tersebut menjadi modal penting karena salah satu tantangan utama Polri ke depan adalah memastikan penegakan hukum berjalan profesional, berbasis bukti, transparan dan tidak tebang pilih,” kata Iwan dalam siaran persnya yang diterima wartawan, Kamis (1/10/2026).

Silakan gulirkan ke bawah

Menurut Iwan Setiawan, latar belakang dan pengalaman Suyudi tersebut dapat menjadi fondasi untuk memperkuat agenda reformasi, terutama dalam meningkatkan kualitas penyidikan, profesionalisme aparat serta pengawasan terhadap anggota Polri.

“Kapolri baru membutuhkan kemampuan manajerial sekaligus keberanian melakukan pembenahan internal. Pengalaman Suyudi di bidang reserse menjadi modal penting, tetapi tantangannya sekarang jauh lebih besar, yaitu bagaimana pengalaman tersebut diterjemahkan menjadi reformasi institusi secara menyeluruh,” ujar Iwan.

Iwan mengatakan bahwa publik akan menunggu bagaimana Suyudi membangun keseimbangan antara ketegasan dalam penegakan hukum dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat.

Kapolri baru juga perlu memastikan bahwa promosi dan pengisian jabatan strategis di tubuh Polri semakin berbasis meritokrasi, kompetensi dan rekam jejak, bukan karena kedekatan dengan kelompok atau kekuatan politik tertentu.

“Justru di sinilah kepemimpinan Suyudi akan diuji. Apakah ia mampu menjadikan Polri semakin profesional dan dipercaya publik, sekaligus memastikan institusi ini tidak terseret dalam kontestasi kepentingan politik,” tuturnya.

IPR melihat pergantian Kapolri ini sebagai kesempatan untuk membangun Polri yang lebih modern, profesional, transparan dan responsif terhadap masyarakat. Apalagi nama mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat, mantan Kapolda Banten, dan juga kini masih menjabat sebagai Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) ini bisa dinilai sebagai sosok yang sangat representatif bagi masyarakat Indonesia.

“Nama Suyudi sekarang membawa ekspektasi besar. Publik tidak membutuhkan sekadar Kapolri baru, tetapi membutuhkan cara kerja Polri yang baru. Karena itu, ukuran keberhasilannya bukan hanya stabilitas keamanan, tetapi juga seberapa jauh kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dapat diperkuat,” pungkas Iwan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.