Koma.id | Jakarta – Harga emas dunia pada Rabu (05/08) pagi tercatat menguat tipis, memanfaatkan momentum pelemahan harga minyak mentah global yang sudah berlangsung dua hari berturut-turut. Kondisi ini dinilai membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi.
Mengutip Investing.com, harga emas spot naik 0,6 persen menjadi USD4.079,52 per troy ons, sementara kontrak emas berjangka menguat 1,1 persen ke level USD4.136,34 per troy ons. Pergerakan emas dalam beberapa waktu terakhir masih bertahan di kisaran USD4.000–USD4.100 per troy ons.
Geopolitik Timur Tengah: Investor menyoroti perkembangan diplomasi AS–Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut peluang kesepakatan semakin besar, sementara Qatar menegaskan rancangan awal sudah dibahas para negosiator.
Data Ketenagakerjaan AS: Laporan JOLTS Juni menunjukkan 7,359 juta lowongan pekerjaan, lebih rendah dari proyeksi 7,454 juta. Meski demikian, pasar tenaga kerja dinilai masih solid, memperkuat pandangan bahwa kebijakan suku bunga The Fed masih penuh ketidakpastian.
Berbeda dengan tren global, harga emas batangan di Pegadaian justru turun pada Rabu (05/08).
TNI AL Temukan Pelampung di Selat Sunda, Belum Bisa Dipastikan Milik Jurnalis yang Hilang
UBS 1 gram: Rp2,578 juta (turun Rp8.000)
Galeri 24 1 gram: Rp2,566 juta (turun Rp7.000)
Penurunan juga terjadi pada seluruh varian berat mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.









