Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Habib Syakur Nilai Aksi Demo ARM Depan Polda Metro Bermuatan Politis, Minta Publik Tidak Terprovokasi

×

Habib Syakur Nilai Aksi Demo ARM Depan Polda Metro Bermuatan Politis, Minta Publik Tidak Terprovokasi

Sebarkan artikel ini
Habib Syakur Nilai Aksi Demo ARM Depan Polda Metro Bermuatan Politis, Minta Publik Tidak Terprovokasi

JAKARTA – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid menanggapi aksi unjuk rasa Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) di depan Polda Metro Jaya yang mengatasnamakan dukungan terhadap mantan Ketua KPK Abraham Samad. Menurutnya, aksi tersebut sarat muatan politis dan berpotensi menyesatkan opini publik.

Habib Syakur menegaskan, proses hukum yang tengah berjalan terhadap Abraham Samad hendaknya dipandang sebagai bagian dari penegakan hukum yang berlaku untuk semua warga negara tanpa kecuali.

Silakan gulirkan ke bawah

“Siapapun yang diduga melanggar hukum harus siap mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Jangan sampai dibungkus dengan narasi perjuangan rakyat untuk menghindari proses hukum,” ujarnya di Jakarta, Rabu (13/8).

Ia mengkritik keras sejumlah orasi yang dinilainya mengandung fitnah, ujaran kebencian, hingga serangan personal terhadap Presiden Joko Widodo. Menurutnya, hal itu justru memperlihatkan bahwa agenda aksi lebih condong pada kepentingan politik tertentu ketimbang murni memperjuangkan keadilan.

“Kalau murni ingin membela HAM dan kebebasan berpendapat, jangan justru memprovokasi masyarakat dengan isu-isu yang tidak terbukti. Isu ijazah palsu itu sudah berkali-kali dibantah dan diputuskan tidak benar oleh lembaga berwenang,” tegasnya.

Habib Syakur juga mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat di era demokrasi tetap memiliki batas hukum. Menurutnya, pembelaan terhadap tokoh tertentu tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan persatuan bangsa, apalagi dengan melontarkan tuduhan tanpa dasar yang bisa memicu perpecahan.

“Masyarakat harus cerdas. Jangan mau dimanfaatkan untuk agenda politik yang ujung-ujungnya hanya menguntungkan segelintir orang. Kita ini negara hukum, bukan negara jalanan,” pungkas Habib Syakur.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.