Koma.id, Jakarta – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi, mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait viralnya video bendera Merah Putih yang terlihat dipasang setengah tiang di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Menurut Habib Syakur, masyarakat harus lebih bijak dalam menyaring informasi, terlebih menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan merupakan momentum untuk memperkuat persatuan dan rasa cinta tanah air, bukan justru dipenuhi narasi-narasi provokatif yang dapat memecah belah bangsa.
“Hari Kemerdekaan adalah hari penuh kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia. Jangan sampai suasana yang seharusnya dipenuhi rasa syukur dan sukacita justru dirusak oleh penyebaran hoaks dan narasi yang menyesatkan,” ujar Habib Syakur.
Haris Moti: Tuntutan Aksi 27 Agustus Sejalan dengan Kebijakan Prabowo, Waspadai Provokasi
Ia mengajak masyarakat untuk selalu melakukan cek dan ricek terhadap setiap informasi yang beredar di media sosial sebelum mempercayai ataupun membagikannya kepada orang lain.
“Jangan mudah terpancing oleh informasi yang sengaja dibingkai untuk memancing emosi publik. Mari kita kedepankan akal sehat, verifikasi fakta, dan menjaga persatuan bangsa. Jangan memberikan ruang bagi penyebar hoaks untuk memecah belah masyarakat,” tegasnya.
Habib Syakur juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk menyebarkan informasi yang tidak benar. Menurutnya, kritik terhadap pemerintah maupun kondisi bangsa tetap harus disampaikan secara bertanggung jawab dan berdasarkan fakta.
Terkait video yang viral tersebut, diketahui deretan bendera Merah Putih di Jalan Sukarame–Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, sempat disangka dipasang setengah tiang sehingga memunculkan berbagai spekulasi di media sosial. Padahal, berdasarkan penjelasan Ketua Panitia HUT RI Desa Sukamenak, Tadjid Mutaqin, saat itu proses pemasangan bendera memang belum selesai.
Warga setempat sedang bergotong royong memasang tiang bambu dan besi yang nantinya akan dilengkapi lampu hias serta penerangan jalan dalam rangka menyambut peringatan Hari Kemerdekaan. Dengan demikian, posisi bendera yang tampak berada di tengah tiang bukan merupakan pemasangan setengah tiang, melainkan bagian dari proses pemasangan yang belum rampung.
Menutup pernyataannya, Habib Syakur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan HUT ke-81 RI sebagai momentum mempererat persaudaraan, memperkuat semangat gotong royong, serta mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif.
“Jangan biarkan hoaks mengalahkan semangat nasionalisme kita. Mari kibarkan Merah Putih dengan penuh kebanggaan dan sambut Hari Kemerdekaan dengan suka cita, optimisme, serta tekad bersama untuk terus membangun Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.














