Koma.id – Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza Munusamy mengatakan adanya akasi besar pengemudi online pada 20 Mei lalu, tidak berdampak pada operasional bisnisnya.
Sebab, mayoritas pengemudi menjalakan aktivitasnya seperti biasa dengan mengambil oderan.
“Tercatat, 99% mitra pengemudi tetap aktif menjalankan layanan mobilitas dan pengantaran di berbagai kota di Indonesia, termasuk pada saat berlangsungnya penyampaian aspirasi pada 20 Mei 2025,” jelas Tirza dilansir Kontan.co.id, Senin (26/5/2025).
Ada pun, Grab Indonesia menegaskan bahwa perusahaan tidak merasakan dampak yang signifikan akan terjadinya aksi demonstrasi ojol tersebut.
“Bahwa asumsi mengenai potensi kerugian dari kegiatan tersebut, dapat kami tegaskan bahwa dampaknya tidak sedrastis seperti yang diasumsikan,” tambahnya.
Keberhasilan Prabowo-Gibran Jalankan Transisi Pemerintahan, Efisiensi Anggaran Hemat Rp306 Triliun
Lebih lanjut, Grab Indonesia juga menjelaskan bahwa pihaknya selalu menghargai hak mitra pengemudi dalam menyuarakan pendapat dan aspirasinya selama dilakukan dengan tertib, damai, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Kami juga menyediakan berbagai kanal komunikasi bagi Mitra untuk mengemukakan pendapat dan masukan, termasuk melalui layanan GrabSupport maupun kegiatan tatap muka antara perwakilan Grab dengan komunitas Mitra Pengemudi yang dilaksanakan secara rutin,” pungkas Tirza.














