Koma.id – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai berhasil menjalankan transisi pemerintahan secara lancar. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut proses peralihan kepemimpinan tersebut telah dipersiapkan sebelum Prabowo dan Gibran resmi dilantik pada Oktober 2024.
Menurut Suahasil, transisi pemerintahan tidak sekadar menyelaraskan visi dan misi presiden dengan program kementerian, tetapi juga mencakup penyesuaian organisasi, sumber daya manusia (SDM), anggaran, hingga aset milik negara.
“Pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran bahkan telah memulai kerja sebelum dilantik. Proses transisi berjalan sangat lancar,” ujar Suahasil dalam forum dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dikutip Senin (19/10/2026).
Presiden Prabowo Bangun Lima Bendungan dan Terapkan B50, Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi
Suahasil menjelaskan, persiapan transisi dilakukan untuk memastikan kementerian dan lembaga dapat menjalankan arah kebijakan pemerintahan baru tanpa kehilangan momentum. Penyesuaian tersebut juga diperlukan agar program prioritas dapat segera diimplementasikan.
Menurut dia, proses transisi mencakup penataan organisasi kementerian, penyesuaian kebutuhan pegawai, serta pengelolaan anggaran dan aset negara agar sejalan dengan prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran.
Efisiensi Anggaran Hemat Rp306 Triliun
Selain transisi pemerintahan, Suahasil menyoroti kebijakan efisiensi anggaran yang dijalankan Prabowo pada 2025. Pemerintah melakukan penyesuaian belanja negara untuk memastikan anggaran lebih terarah dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Suahasil menyebut kebijakan efisiensi tersebut menghasilkan penghematan anggaran sekitar Rp306 triliun.
Menurutnya, langkah efisiensi bukan semata-mata pemotongan belanja, melainkan upaya membangun fondasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar lebih produktif. Anggaran yang tersedia diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah dan memperbesar manfaat belanja negara.
“Di balik potong anggaran tersebut adalah pijakan, fundamental, fondasi untuk membuat APBN yang lebih berdampak kepada masyarakat,” kata Suahasil.
Pemerintah juga berupaya menjaga keseimbangan antara efisiensi belanja, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas harga. Berdasarkan data yang disampaikan Suahasil, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025, sedangkan inflasi tercatat 2,9 persen.
Capaian tersebut menjadi indikator yang digunakan pemerintah untuk menggambarkan kondisi ekonomi tetap terjaga di tengah penyesuaian belanja negara. Namun, efektivitas efisiensi anggaran juga perlu dilihat dari kualitas belanja, kelancaran pelaksanaan program, dan manfaat yang diterima masyarakat.
APBN Diarahkan Mendukung Program Prioritas
Dalam dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, APBN menjadi instrumen utama untuk mendukung program prioritas di sektor pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, serta penguatan ekonomi masyarakat.
Kementerian Keuangan menyatakan belanja negara diarahkan bukan hanya untuk menjaga stabilitas fiskal, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas layanan dasar, dan mendorong produktivitas.
Pemerintah juga mendorong sinergi antara kebijakan fiskal, investasi swasta, dan Danantara untuk memperluas kapasitas produksi, mempercepat hilirisasi, serta menciptakan lapangan kerja.
Suahasil menekankan bahwa disiplin fiskal dan pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan. APBN perlu tetap sehat dan kredibel, tetapi pada saat yang sama mampu memberikan dorongan bagi aktivitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Keberhasilan transisi pemerintahan dan pelaksanaan efisiensi anggaran menjadi bagian dari fondasi awal pemerintahan Prabowo-Gibran. Tantangan berikutnya adalah memastikan penataan organisasi dan belanja negara benar-benar menghasilkan pelayanan publik yang lebih baik, program prioritas yang efektif, serta pertumbuhan ekonomi yang manfaatnya dirasakan secara luas.








