Koma.id, JAKARTA — Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Alwashliyah menyampaikan duka mendalam sekaligus mengecam pembunuhan terhadap warga sipil, Aris Sanda, yang dalam pernyataan organisasi tersebut disebut dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.
Sikap tersebut disampaikan Ketua Umum PP GP Alwashliyah, H. Aminullah Siagian, dalam konferensi pers di Balairung Jakarta, Sabtu (19/9/2026).
Menko PMK: Wajib Halal Mulai Oktober 2026 untuk Lindungi Masyarakat dan Perkuat Kepercayaan
“Hari ini, PP GP Alwashliyah berkumpul dengan rasa duka yang mendalam sekaligus kemarahan yang membuncah atas tragedi kemanusiaan yang kembali terjadi di tanah Papua. Kami berdiri di sini untuk menyatakan sikap tegas terhadap aksi keji yang dilakukan oleh KKB terhadap warga sipil yang tidak bersalah,” ujar Aminullah.
Kepala BNPT Apresiasi Film “Ageman”, Kisah Eks Radikalis Ken Setiawan Jadi Pesan Toleransi
Aminullah mengatakan PP GP Alwashliyah mengutuk pembunuhan terhadap Aris Sanda. Menurutnya, korban merupakan seorang sopir sekaligus pencari nafkah bagi keluarganya.
“PP GP Alwashliyah mengutuk keras pembunuhan terhadap almarhum Aris Sanda. Tindakan KKB yang merenggut nyawa seorang sopir dan pejuang nafkah keluarga tersebut dinilai sebagai perbuatan yang sama sekali tidak manusiawi, pengecut, tidak dapat ditoleransi, serta merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang sangat berat,” tegasnya.
Selain mengecam aksi kekerasan tersebut, GP Alwashliyah menyatakan dukungan kepada pemerintah serta aparat keamanan dalam upaya penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan bersenjata.
“GP Alwashliyah menyatakan dukungan penuh kepada Pemerintah RI, Panglima TNI, dan Kapolri untuk bertindak tegas agar tidak memberikan ruang sedikit pun bagi kelompok teror tersebut, serta segera menangkap dan mengadili para pelaku hingga tuntas demi tegaknya keadilan dan keamanan di Papua,” kata Aminullah.
Sebagai bentuk solidaritas kepada keluarga korban, PP GP Alwashliyah juga memberikan bantuan tunai sebesar Rp20 juta. Bantuan tersebut disalurkan melalui transfer bank langsung ke rekening istri almarhum Aris Sanda.
Aminullah mengatakan bantuan tersebut tidak akan menggantikan kehilangan yang dialami keluarga korban. Namun, ia berharap santunan tersebut dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga yang ditinggalkan.
“Ini adalah komitmen kemanusiaan Pemuda Alwashliyah untuk selalu hadir bagi masyarakat yang tertindas,” ujarnya.
Di akhir konferensi pers, PP GP Alwashliyah mengajak seluruh kader dan masyarakat Indonesia untuk mendoakan almarhum Aris Sanda serta memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.
Aminullah berharap keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi masa duka.
“Nashrun Minallahi Wa Fathun Qarib, Wabasysyiril Mu’minin,” tutup Aminullah.








