Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
NasionalPolitik

Gerindra Puncaki Elektabilitas, Perindo PPP di Ujung Tanduk, Ummat dan Buruh Masih Bergumul

×

Gerindra Puncaki Elektabilitas, Perindo PPP di Ujung Tanduk, Ummat dan Buruh Masih Bergumul

Sebarkan artikel ini
Gerindra Puncaki Elektabilitas, Perindo PPP di Ujung Tanduk, Ummat dan Buruh Masih Bergumul

Koma.id – Persaingan elektabilitas partai politik (parpol) semakin memanas menjelang Pemilu Legislatif, dengan hasil survei terbaru oleh IndexPolitica memunculkan pemenangnya. Survei yang dilakukan mulai 23 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024 mengungkapkan bahwa Gerindra berhasil meraih posisi puncak dengan elektabilitas tertinggi, mencapai 15,29 persen.

“Jika Pemilu Legislatif (Pemilihan Anggota DPR RI) dilakukan pada hari ini, partai mana yang akan Ibu/Bapak/Saudara pilih?” kata Direktur Eksekutif IndexPolitica Denny Charter, Kamis (8/1/2024).

Silakan gulirkan ke bawah

Menurut survei tersebut, dominasi Gerindra diikuti oleh PDIP dengan elektabilitas sebesar 13,95 persen, dan Golkar yang menduduki posisi ketiga dengan 12,21 persen. Sementara itu, Demokrat memperoleh dukungan sebesar 10,54 persen, sementara PKB dan PKS masing-masing mencapai 7,24 persen dan 6,56 persen. Parpol lainnya seperti NasDem, PAN, dan PSI juga berhasil mencatat elektabilitas yang signifikan.

Dalam konteks penelitian ini, IndexPolitica juga merilis hasil survei tanpa memasukkan angka undecided voters. Dalam skenario ini, Gerindra tetap memimpin dengan elektabilitas 17,12 persen, sementara PDIP dan Golkar tetap berada di posisi kedua dan ketiga.

Meski begitu, survei ini juga memperingatkan adanya potensi beberapa parpol yang tidak akan lolos parliamentary threshold (PT) berdasarkan versi IndexPolitica. Partai Perindo memperoleh elektabilitas sebesar 3,80 persen, diikuti oleh PPP dengan 3,45 persen. Sedangkan partai seperti Hanura, Gelora, PBB, Garuda, PKN, Partai Buruh, dan Partai Ummat berada di kisaran elektabilitas yang rendah.

Survei yang melibatkan sekitar 2.300 responden dari seluruh provinsi di Indonesia ini menggunakan metode pengumpulan data yang terbagi menjadi tiga klaster dari Pulau Jawa, Sumatera, dan Indonesia Timur. Metodologi survei ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan margin of error antara 2,5 persen hingga lima persen, dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.