Koma.id – Pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo agar mewaspadai sel-sel tidur teroris saat situasi mendapat dukungan dari eks narapidana terorisme asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (Jabar), Dodi Suridi.
Menurut Dodi, konflik Israel-Palestina saat ini memang bisa memicu semangat juang untuk membela warga Palestina.
“Kondisi itu memang benar, tidak bisa disalahkan, cuma ada beberapa “kawan-kawan” kami, ketika mendengar isu tadi justru mengekspresikannya dengan cara-cara salah,” kata Dodi dikutip Sabtu (4//11/2023).
Dodi mengatakan, pihak yang masih berada di jaringan terorisme memang kerap mengekspresikan pemikirannya secara salah.
Dia mencontohkan, mereka yang hendak berangkat ke Palestina untuk membela saudara-saudara Muslim, dikhawatirkan justru berbuat onar di Tanah Air karena tak bisa berangkat ke Palestina.
Boni Hargens soal Pengamanan Demo 27 Agustus 2026, Anggap Polri Makin Dipercaya Jaga Keamanan
“Ketika mentok itu lah nanti akan timbul permasalahan, seperti pemikiran saya dulu daripada jihad di sana (Palestina) dihalangi, kita bikin aksi di sini,” ujar pria yang pernah terjerat kasus Bom Thamrin.
“Ketika Kapolri mengatakan konflik yang ada di Israel dan Palestina itu bisa memicu sel-sel tidur teroris, itu memang benar. Benar dalam arti, kita dan polisi harus waspada, karena realitanya, dari bom Bali, konfliknya di mana, aksinya di mana,” jelasnya.
Dodi pun berharap masyarakat tetap tenang dengan konflik di Palestina. Dia meminta agar masyarakat membantu dengan hal positif, seperti berdoa dan menggalang dana untuk dikirimkan kepada warga Palestina.
“Di setiap salat, qunut kita, itu doa. Jangan sampai ditinggalkan. Kedua, apa yang bisa kita bantu, seperti donasi, ya kita lakukan,” ucap Dodi.
“Jadi, kita jangan gegabah, cukup berdoa, galang dana sebisa kita, jangan malah buat kerusuhan atau memperkeruh suasana,” tukasnya.














