Koma.id | Jakarta – Dudung Abdurachman mengungkap dirinya telah menjalin komunikasi dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad sebelum ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam). Dudung mengaku telah mendapat informasi mengenai jabatan barunya sejak sehari sebelum pelantikan.
“Kemarin sudah dikabarin. Menghadap Pak Dasco,” ujar Dudung usai pelantikan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (01/10).
Mantan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) itu menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan. Menurutnya, jabatan tersebut bukan amanah yang ringan mengingat tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini.
“Dan tugas-tugas Menko Polkam tentunya tidak ringan dengan situasi saat ini,” kata Dudung.
Dudung menjelaskan, salah satu fokus utamanya adalah memperkuat koordinasi dan sinkronisasi antar kementerian serta lembaga yang berada di bawah koordinasi Kemenko Polkam. Ia menilai langkah tersebut penting untuk menjaga stabilitas keamanan nasional sekaligus mendukung agenda pembangunan pemerintah.
“Tentunya masalah keutuhan, persatuan dan kesatuan negara ini yang harus kita tingkatkan kembali, kita songsong pembangunan Asta Cita yang menjadi cita-cita Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.
Selain itu, Dudung menegaskan akan segera melakukan koordinasi dengan seluruh kementerian dan lembaga terkait guna memetakan kondisi keamanan nasional terkini.
“Langkah awal saya akan koordinasi dengan semua instansi terkait dari kelembagaan di bawah koordinasi Polkam adalah sinkronisasi situasi keamanan saat ini untuk semakin kondusif,” katanya.
Dudung dilantik sebagai Menko Polkam dalam reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (01/10). Ia menggantikan Djamari Chaniago yang sebelumnya menjabat posisi tersebut.
Sementara itu, kursi Kepala Staf Kepresidenan yang ditinggalkan Dudung kini ditempati mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dilantik pada hari yang sama. Pergantian tersebut menjadi bagian dari penyegaran sejumlah jabatan strategis di lingkungan pemerintahan Presiden Prabowo.









