Koma.id – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menegaskan bahwa pernyataan konsultan politik Saiful Mujani terhadap Presiden Prabowo Subianto harus dipandang sebagai kritik dalam ruang demokrasi, bukan sesuatu yang perlu dipersoalkan secara berlebihan.
Cak Imin menilai kritik merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi dan justru penting sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah.
“Jadi, semua kritik itu biasa, akan menjadi masukan penting, tapi Presiden menegaskan kepada kita semua yang penting kerja keras,” kata Cak Imin kepada awak media di Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/4/2026).
Haris Moti: Tuntutan Aksi 27 Agustus Sejalan dengan Kebijakan Prabowo, Waspadai Provokasi
Kritik sebagai Bagian Demokrasi
Cak Imin menekankan bahwa pernyataan Saiful Mujani yang menyebut kondisi demokrasi mengalami penurunan harus dilihat sebagai bentuk partisipasi publik dalam mengawasi jalannya pemerintahan.
Menurutnya, kritik dari akademisi maupun pengamat politik justru dibutuhkan agar pemerintah dapat terus memperbaiki kinerja dan kebijakan yang diambil.
Ia menilai, dalam negara demokrasi, perbedaan pandangan tidak boleh dimaknai sebagai ancaman, melainkan sebagai bagian dari dinamika yang sehat.
Dorong Sikap Terbuka terhadap Kritik
Pernyataan Cak Imin ini sekaligus menjadi penegasan bahwa ruang kritik tetap terbuka dalam pemerintahan saat ini. Ia mengingatkan bahwa kritik yang konstruktif harus dijaga sebagai bagian dari mekanisme kontrol publik.
Dengan demikian, pernyataan Saiful Mujani tidak seharusnya dipersepsikan sebagai tindakan provokatif, melainkan sebagai kontribusi pemikiran dalam memperkuat demokrasi.













