Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Cak Imin Tegaskan Lulusan Sekolah Rakyat Harus Jadi Agen Perubahan

×

Cak Imin Tegaskan Lulusan Sekolah Rakyat Harus Jadi Agen Perubahan

Sebarkan artikel ini
Img 20260401 Wa0012
Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin). (Foto Koma.id / Andry Novelino)

Koma.id Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menegaskan bahwa lulusan Sekolah Rakyat tidak boleh berhenti sebagai penerima manfaat, melainkan harus menjadi agen pemberdayaan di tengah masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Cak Imin dalam acara “Satu Tahun Perjalanan Program Sekolah Rakyat: Capaian Strategis dan Sinergi Keberlanjutan” di Jakarta, Rabu (29/4/2026). Ia menekankan bahwa setiap lulusan akan diarahkan sesuai potensi masing-masing, baik melalui jalur akademis maupun profesi.

Silakan gulirkan ke bawah

“Lulusan Sekolah Rakyat harus menjadi agen pemberdayaan. Mereka yang berbakat akan terus difasilitasi, yang berpotensi menjadi ilmuwan akan disalurkan, dan yang memilih jalur profesi juga dipersiapkan secara matang,” ujarnya.

Menurutnya, dalam kurun waktu hampir satu tahun, program Sekolah Rakyat menunjukkan perkembangan pesat dan dinilai efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Cak Imin menyebut program ini sebagai salah satu instrumen strategis pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Ia juga menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan inisiatif langsung Presiden sebagai bagian dari upaya sistematis mengatasi kemiskinan melalui sektor pendidikan.

Hingga saat ini, sebanyak 166 Sekolah Rakyat telah berdiri dan beroperasi di seluruh 34 provinsi di Indonesia. Total peserta didik mencapai lebih dari 14,9 juta anak yang berasal dari keluarga miskin.

Program ini mengusung konsep pendidikan gratis berbasis asrama dengan pendekatan holistik. Para siswa mendapatkan pembelajaran dan pembinaan selama 24 jam dengan dukungan fasilitas yang lengkap.

Fasilitas tersebut meliputi ruang kelas, asrama siswa dan guru, laboratorium, perpustakaan, lapangan olahraga, tempat ibadah, hingga layanan kesehatan. Seluruh sarana ini dirancang untuk menunjang perkembangan akademik sekaligus pembentukan karakter peserta didik secara menyeluruh.

Dengan capaian tersebut, pemerintah optimistis Sekolah Rakyat dapat menjadi model intervensi pendidikan yang efektif serta solusi jangka panjang dalam menekan angka kemiskinan di Indonesia.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.