Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Basarnas Tegaskan Pemilik KM Virgo Transport 8 Wajib Angkat Bangkai Kapal

×

Basarnas Tegaskan Pemilik KM Virgo Transport 8 Wajib Angkat Bangkai Kapal

Sebarkan artikel ini
Km Virgo Transport 8
KM Virgo Transport 8 terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa. (Foto / Istimewa)

Koma.id – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menegaskan pemilik KM Virgo Transport 8 wajib memindahkan atau mengangkat bangkai kapal yang terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Kewajiban tersebut mengacu pada ketentuan Undang-Undang Pelayaran, terutama apabila bangkai kapal berada di jalur pelayaran aktif dan berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran.

Silakan gulirkan ke bawah

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan pemerintah melibatkan pihak pemilik kapal dalam proses pemindahan bangkai KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan pada Minggu (13/9/2026).

“Basarnas dengan jajaran di bawah Kementerian Perhubungan berkoordinasi dan juga kita melibatkan pihak owner untuk melakukan kegiatan pemindahan terhadap KM Virgo yang terbalik ini,” kata Syafii dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Rabu (16/9/2026) malam.

Menurut Syafii, ketentuan pelayaran memberikan batas waktu paling lambat 180 hari bagi pemilik kapal untuk memindahkan atau mengangkat bangkai kapal yang mengganggu alur pelayaran.

Namun, Basarnas tidak ingin menunggu sampai batas waktu tersebut. Pemindahan perlu dilakukan lebih cepat karena bangkai kapal masih menjadi bagian penting dalam proses pencarian korban.

“Kenapa harus dilaksanakan sampai 180 hari? Pada saat kita ingin segera bisa menemukan dan juga mengevaluasi korban, tindakan inilah sesuai ketentuan Undang-Undang Pelayaran ini akan kita lakukan di kesempatan pertama,” ujar Syafii.

Dukung Pencarian 129 Korban

KM Virgo Transport 8 diketahui berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Sabtu (12/9/2026).

Kapal tersebut mengalami kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa, setelah dilaporkan menghadapi cuaca buruk dan kemudian ditemukan dalam kondisi terbalik pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 Wita.

Berdasarkan data Basarnas hingga Rabu (16/9/2026) pukul 22.00 Wita, sebanyak 114 orang telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.

Sementara itu, sebanyak 129 orang masih belum ditemukan dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes kapal.

Kondisi bangkai kapal menjadi salah satu perhatian dalam pencarian karena terdapat dugaan korban masih berada di dalam kapal.

Syafii mengatakan pemindahan bangkai bukan semata-mata pekerjaan Basarnas. Karena itu, pemerintah menggandeng pemilik kapal serta tim ahli yang memiliki kemampuan melakukan operasi pemindahan atau salvage.

“Kolaborasi itu merupakan hasil evaluasi operasi SAR untuk memanfaatkan seluruh unsur yang tersedia, termasuk pemilik kapal, agar pemindahan bangkai KM Virgo Transport 8 dapat mendukung upaya menemukan korban yang masih diduga berada di dalam kapal,” katanya.

Kapal Berada di Jalur Pelayaran Aktif

Bangkai KM Virgo Transport 8 berada di perairan Masalembo dengan kedalaman sekitar 29 meter. Basarnas sebelumnya memastikan tidak ditemukan kebocoran minyak, oli maupun indikasi polusi di sekitar lokasi kapal.

Kondisi bangkai kapal juga masih memungkinkan untuk dipantau dari udara. Pemerintah kini mempertimbangkan berbagai opsi untuk memindahkan atau membalikkan kapal agar pencarian di bagian bawah kapal dapat dilakukan secara lebih optimal.

Reuters melaporkan operasi salvage untuk membalikkan posisi kapal sedang dipertimbangkan. Setelah kapal berhasil ditegakkan, pencarian di dalam kapal dapat dilakukan dan kapal selanjutnya dapat ditarik untuk kepentingan investigasi.

Basarnas menegaskan pelibatan pemilik kapal dilakukan untuk mempercepat proses tersebut sekaligus mendukung pencarian terhadap 129 orang yang hingga kini masih belum ditemukan.

Operasi pencarian dan pertolongan tetap berlangsung dengan kondisi cuaca dan arus laut menjadi salah satu tantangan utama bagi tim SAR.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.