Koma.id | Riyadh – Operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, mulai dibuka kembali pada Minggu (25/10), setelah sempat ditutup total selama dua pekan akibat serangkaian serangan mematikan yang dilancarkan milisi Houthi asal Yaman.
Berdasarkan situs resmi pengelola bandara, jadwal penerbangan domestik dan internasional termasuk rute dari Dubai, Paris, dan Kairo. Pengelola pengumuman lewat platform X bahwa layanan penerbangan domestik dipusatkan di Terminal 1, sementara penerbangan internasional yang dioperasikan maskapai nasional dialihkan melalui Terminal 2.
Data dari situs pelacakan penerbangan Flightradar24 mengonfirmasi sejumlah pesawat kecil telah lepas landas dari Riyadh. Kendati demikian, sebagian besar jadwal penerbangan lainnya yang dilaporkan masih dibatalkan dan operasionalnya penuh belum dikonfirmasi secara resmi oleh otoritas Arab Saudi.
Pembukaan kembali ini dilakukan di tengah peringatan keras dari juru bicara militer Houthi, Yahya Saree. Pihaknya menyatakan Bandara King Khalid masih menjadi sasaran militer utama dan tidak aman bagi maskapai maupun penumpang.
“Angkatan Bersenjata Yaman memperingatkan semua maskapai penerbangan internasional, regional, maupun local serta staf dan para pelancong untuk tidak menggunakan Bandara King Khalid di Riyadh, karena bandara tersebut tidak aman dan menjadi sasaran militer bagi pasukan kami, ” tegas Yahya Saree sebagaimana dilansir AFP , Senin (26/10).
Kalam Salan, Anggota DPR Malaysia Sampaikan Keluhan Asap Karhutla ke Prabowo Pakai Bahasa Jawa
Sebelumnya, operasional bandara dihentikan sejak 10 Oktober 2026 lalu menyusul serangan serangan Houthi yang menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya. Insiden tersebut dicatat sebagai salah satu serangan paling mematikan di wilayah Kerajaan Arab Saudi dalam kurun waktu lebih dari satu dekade.
Di saat yang sama dengan dibukanya kembali bandara, alarm peringatan potensi serangan udara tetap diaktifkan di sejumlah wilayah selatan Arab Saudi. Koalisi militer pimpinan Saudi mengonfirmasi sedikitnya 10 rudal balistik tambahan berhasil dicegat oleh pertahanan udara sepanjang hari Minggu.









