Koma.id – Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Roma meningkatkan pemantauan terhadap kondisi keamanan menyusul kerusuhan yang kembali pecah di Kota Milan, Italia, Minggu 18 Oktober 2026. Aksi yang melibatkan ribuan pemuda itu berujung pada perusakan dan penjarahan sejumlah toko di kawasan Piazza del Duomo, pusat Kota Milan.
Di tengah situasi tersebut, KBRI Roma mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Italia agar meningkatkan kewaspadaan, menghindari titik-titik demonstrasi, serta mengikuti informasi resmi dari otoritas setempat.
Langkah antisipasi dilakukan setelah demonstrasi yang awalnya dipicu protes kenaikan biaya hidup berkembang menjadi aksi kekerasan dan penjarahan di sejumlah wilayah. Aparat keamanan Italia dilaporkan memperketat penjagaan di pusat Kota Milan dengan mengerahkan personel tambahan, kendaraan patroli, serta meriam air untuk mengantisipasi kerusuhan lanjutan.
Pemerintah Indonesia juga terus memantau perkembangan situasi melalui perwakilan diplomatik guna memastikan keselamatan WNI di Italia. Hingga saat ini belum ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban maupun terdampak langsung oleh kerusuhan tersebut.
Menurut laporan media lokal, sekitar 2.000 orang terlibat dalam aksi penjarahan yang menyasar sejumlah toko perlengkapan olahraga, supermarket, hingga pusat perbelanjaan di kawasan wisata Piazza del Duomo. Para pelaku merusak etalase toko menggunakan berbagai benda sebelum mengambil barang-barang dari dalam gerai.
Harga BBM Pertamina, Shell, BP dan Vivo Kompak Stabil, Solar Non-Subsidi Tembus Rp25.000 per Liter
Kerusuhan di Milan merupakan bagian dari gelombang demonstrasi yang terjadi di sejumlah kota Italia akibat tingginya biaya hidup dan tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.
Data Kepolisian Italia mencatat sedikitnya 197 orang telah diamankan untuk proses identifikasi terkait kerusuhan yang terjadi di Milan, Bologna, Turin, dan sejumlah kota lainnya. Sebanyak 28 orang ditangkap, termasuk sejumlah remaja dan warga negara asing.
Selain menimbulkan korban luka di kalangan aparat keamanan, kerusuhan juga menyebabkan kerugian ekonomi yang diperkirakan mencapai 1,3 juta euro atau sekitar Rp26 miliar.
Pemerintah Indonesia mengimbau seluruh WNI yang berada di Italia untuk tetap tenang, menghindari kerumunan massa, membatasi perjalanan ke lokasi demonstrasi, serta selalu menjalin komunikasi dengan KBRI Roma apabila membutuhkan bantuan atau informasi terkait perkembangan situasi keamanan.









