Koma.id, Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam mengatakan sangat rugi bagi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan jika menanggapi soal penyelidikan penyelenggaraan Formula E di ruang publik. Anies harus mampu tidak terpancing dengan adanya informasi yang beredar di masyarakat tentang penyelidikan yang sedang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Sangat rugi bagi Anies apabila menggunakan ruang publik atas kasus Formula E. Dirinya semakin rugi dan seolah publik akan semakin menilai bahwa ia benar-benar terlibat apabila memainkan ruang publik,” ujar Saiful, Kamis (13/10).
Heboh Pengerahan Pasukan Besar-besaran ke Jakarta, TNI Tegaskan Hanya Kesiapsiagaan Rutin
Akademisi Universitas Sahid Jakarta ini menyebut Anies terlihat seperti menggunakan ruang publik dalam kasus Formula E. Padahal, Anies harusnya tidak terpancing dengan adanya informasi publik yang menginformasikan dirinya tentang Formula E.
Usai 2 Kali Absen, Nusron Wahid Inisiatif Datangi KPK dan Diperiksa 5 Jam Soal Kasus HGB Summarecon
“Ibarat kata, diam adalah emas, hal itu yang semestinya dilakukan oleh Anies.” tuturnya.
Dalam pandangan Saiful, semakin Anies berkoar-koar, maka semakin jatuh reputasi dan kedudukannya sebagai orang yang memiliki kapasitas, memiliki kans untuk 2024 yang akan datang.
Menurutnya, Anies harus mengubah pola komunikasinya agar reputasi politiknya tidak runtuh di hadapan publik.
“Karena saat ini apa yang diberitakan tentang Anies terkait Formula E masih sebatas penyelidikan, sehingga tidak perlu ditanggapi berlebihan, karena semakin berlebihan maka seolah ia benar-benar terlibat dalam kasus tersebut,” pungkas Saiful.













