Koma.id, JAKARTA — Analis Kebijakan Publik dan Sosial-Politik Nasional, Nasky Putra Tandjung, mengapresiasi penunjukan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai pengalaman dan rekam jejak Suyudi menjadi modal penting untuk memimpin Polri dalam menghadapi tantangan keamanan nasional.
Nasky menyebut Suyudi sebagai the right man in the right place atau sosok yang tepat untuk menempati posisi Kapolri. Ia berharap kepemimpinan baru tersebut dapat memperkuat reformasi kelembagaan, meningkatkan profesionalisme penegakan hukum, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (*civil society*), kami menyampaikan dukungan dan apresiasi atas keputusan Presiden Prabowo Subianto. Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memiliki pengalaman operasional, penegakan hukum, dan kepemimpinan kewilayahan yang relevan dengan tantangan Polri ke depan. Kami memandang beliau sebagai the right man in the right place, figur yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan transformasi Polri dan memperkuat pengabdian kepada masyarakat,” ujar Nasky dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta itu menilai kepemimpinan Polri memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional. Menurutnya, keamanan yang kondusif menjadi salah satu fondasi penting bagi pelaksanaan program pemerintah.
Ia menambahkan, visi dan enam program prioritas Kapolri dengan tagline **“Polisi Bersama Masyarakat”** perlu diwujudkan melalui langkah pembenahan yang konkret, terukur, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Pembenahan tersebut, kata Nasky, meliputi penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perbaikan pelayanan publik, profesionalisme penegakan hukum, pengawasan internal, tata kelola anggaran, hingga transformasi digital.
“Visi ‘Polisi Bersama Masyarakat’ harus diwujudkan melalui pelayanan yang responsif, penegakan hukum yang profesional, serta tata kelola institusi yang transparan dan akuntabel. Polri tidak hanya dituntut hadir ketika gangguan keamanan terjadi, tetapi juga harus mampu melakukan pencegahan, memberikan kepastian hukum, dan membangun kepercayaan masyarakat,” katanya.
Penulis buku *Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat* tersebut menegaskan bahwa transformasi Polri perlu berlandaskan profesionalitas, responsivitas, akuntabilitas, serta transparansi yang berkeadilan. Ia juga mengingatkan bahwa dukungan terhadap agenda Presiden Prabowo harus berjalan seiring dengan penegakan supremasi hukum, penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM), dan perlindungan prinsip-prinsip demokrasi.
“Keselarasan dengan Asta Cita Presiden harus tercermin dalam kontribusi nyata Polri bagi masyarakat. Keamanan yang kondusif, kepastian hukum, dan pelayanan publik yang berkualitas merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pembangunan nasional,” ujarnya.
Hadapi Tantangan Keamanan yang Semakin Kompleks
Nasky menilai tantangan keamanan nasional saat ini semakin beragam. Selain gangguan kamtibmas konvensional, Polri juga menghadapi persoalan peredaran narkotika, perjudian daring, perdagangan ilegal, penyelundupan, kejahatan siber, premanisme, jaringan kriminal terorganisasi, serta kejahatan lintas wilayah dan negara.
Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, ia menilai diperlukan pendekatan terpadu melalui pemanfaatan data dan teknologi, peningkatan kapasitas personel, penguatan strategi pencegahan, deteksi dini, serta koordinasi lintas lembaga.
Menurutnya, penegakan hukum harus dilaksanakan secara profesional, proporsional, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan perundang-undangan. Dengan demikian, upaya menjaga keamanan dapat berjalan beriringan dengan perlindungan hak masyarakat dan penguatan kepercayaan publik.
Nasky yang juga merupakan Founder Demokrasi dan Sosial-Politik Indonesia itu menekankan bahwa keberhasilan Polri tidak semata-mata diukur dari jumlah perkara yang ditangani. Kemampuan mencegah kejahatan, menghadirkan rasa aman, memberikan kepastian hukum, dan meningkatkan mutu pelayanan publik juga menjadi indikator penting.
“Keberhasilan Polri ke depan tidak cukup diukur dari jumlah perkara yang ditangani, tetapi juga dari kemampuan mencegah kejahatan, menghadirkan rasa aman, memberikan kepastian hukum, dan meningkatkan kualitas pelayanan. Kepercayaan publik harus dibangun melalui kinerja yang konsisten, integritas personel, serta mekanisme pertanggungjawaban yang jelas,” tegasnya.
Perkuat Sinergi dengan Masyarakat
Selain pembenahan internal, Nasky mendorong Polri memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah pusat dan daerah, lembaga negara, dunia usaha, akademisi, media, organisasi kepemudaan, serta masyarakat sipil.
Ia berpandangan, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk mencegah konflik sosial, memperkuat ketahanan masyarakat, meningkatkan literasi hukum, menjaga persatuan, dan memastikan kehidupan demokrasi berjalan sesuai konstitusi.
“Kami berharap kepemimpinan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dapat melanjutkan berbagai upaya pembenahan yang telah dibangun sekaligus menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat. Polri harus semakin profesional, modern, responsif, humanis, transparan, dan dekat dengan masyarakat,” ungkapnya.
Nasky juga menekankan pentingnya kemitraan yang kuat, komunikasi dua arah, pelayanan yang mudah diakses, serta keterbukaan terhadap kritik dan evaluasi publik. Menurutnya, semangat “Polisi Bersama Masyarakat” harus tercermin dalam program nyata yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Menutup keterangannya, Nasky mengajak masyarakat memberikan dukungan terhadap kepemimpinan baru Polri sekaligus menjalankan pengawasan secara konstruktif. Ia menilai dukungan publik dan kontrol sosial merupakan dua unsur yang saling melengkapi dalam membangun institusi kepolisian yang profesional, berintegritas, transparan, dan dipercaya masyarakat.
“Kami berharap Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan kepentingan rakyat dan NKRI, serta terbuka terhadap kritik dan evaluasi yang konstruktif. Polri yang kuat bukan hanya ditopang oleh kapasitas kelembagaan, tetapi juga oleh integritas, akuntabilitas, dan kepercayaan masyarakat,” pungkasnya.
Ia berharap kepemimpinan Suyudi dapat menghadirkan peningkatan nyata dalam profesionalisme penegakan hukum dan kualitas pelayanan publik, sekaligus memperkuat kontribusi Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional dan mendukung pembangunan demi kepentingan masyarakat serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.














