Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaKeamanan

Anak Muda Mulai Jadi Korban Tak Terlihat Gegara Narkoba Cair Menyusup Lewat Uap Vape

×

Anak Muda Mulai Jadi Korban Tak Terlihat Gegara Narkoba Cair Menyusup Lewat Uap Vape

Sebarkan artikel ini
Anak Muda Mulai Jadi Korban Tak Terlihat Gegara Narkoba Cair Menyusup Lewat Uap Vape
Ilustrasi Whip pink dan vape. (Foto/Istimewa)

Koma.id Modus peredaran narkotika Wujudnya tak lagi berupa butiran kristal atau serbuk yang mudah dicurigai. Kini narkoba berubah wujud menjadi cairan bening beraroma manis, menyamar di dalam tabung rokok elektrik yang digemari anak muda. Semakin sulit dikenali, semakin berbahaya karena sasaran empuknya adalah generasi penerus bangsa.

Sekretaris Utama (Sestama) BNN, Irjen Pol Tantan Sulistyana, mengatakan

Silakan gulirkan ke bawah

pergeseran modus operandi peredaran narkotika kini terasa semakin licik.

“Narkotika sekarang sudah ada pergeseran modus operandi maupun bentuk. Dulu bentuknya kristal, sekarang lebih banyak bergeser ke bentuk cairan. Sasarannya siapa? Anak muda, karena sekarang anak muda banyak yang menggunakan rokok elektrik,” ujar Tantan, dikutip.

Cairan narkotika ini nyaris mustahil dibedakan dari isi vape biasa hanya dengan pandangan mata. Warnanya serupa, aromanya tertutup oleh aneka rasa buah dan permen yang disukai remaja. Bahkan jejak kasusnya sudah terungkap ekstraksi daun ganja menjadi cairan di Sidoarjo, serta penyelundupan ketamin dan etomidate dalam wujud cair.

Angkanya pun memacu keprihatinan prevalensi penyalahgunaan naik tajam pada kelompok usia 15–24 tahun. Secara keseluruhan, jumlah pengguna narkoba di usia produktif 15–64 tahun mencapai sekitar 4,1 juta jiwa. Ancaman ini bukan lagi sekadar angka melainkan bahaya yang mengepul di depan mata.

Di tengah ancaman yang semakin modern dan tersembunyi, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat justru mengambil jalan yang tampak kontradiktif: melawan bahaya zaman kini dengan kearifan masa lalu.
Lewat Lomba Pasanggiri Agung Kawih Sinom bertajuk “Narkoba Musuh Bangsa”, BNNP Jabar mengangkat seni tradisional Sunda untuk menanamkan kesadaran di kalangan anak muda.

Sebanyak 16 finalis delapan dari kalangan pelajar dan delapan dari masyarakat umum tampil menyisihkan ratusan peserta yang ikut serta.

Kepala BNNP Jabar, Brigjen Pol Sulistyo Pudjo Hartono, menjelaskan mengapa pupuh Sinom dipilih dari 17 jenis pupuh yang ada namanya sendiri sudah berbicara kepada siapa pesan ini ditujukan.

“Sinom itu artinya yang muda. Jadi, ini nasihat kepada anak-anak, remaja, dan pemuda agar jauh dari narkotika. Begitu masuk (pesannya), mereka pasti tidak akan mendekati narkoba. Sudah tahu, narkoba itu menghabiskan harta, merusak pikiran, dan membuat orang linglung,” ujar Pudjo.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.