Koma.id – Aksi menegangkan terjadi di depan Gedung DPR RI, ketika kelompok Tim Pembela Ulama dan Aktivis yang dipimpin oleh Egi Sudjana melakukan langkah berani dengan maksud untuk beraudensi dengan Pimpinan DPR RI, Puan Maharani. Mereka membawa serta surat pemakzulan terhadap Presiden Joko Widodo, menciptakan ketegangan di tengah suasana politik yang semakin memanas.
Beberapa tokoh terkemuka turut ambil bagian dalam aksi ini, termasuk Daeng Wahidin dari PPIM, Ahmad Khozinudin seorang Pengacara dan Aktivis HTI, Kurnia mantan pengacara HRS/FPI, Azam Khan dari Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), Rudi HB Daman dari GSBI/Gerakan Aksi Sejuta Buruh, Yahya Rasyid seorang Pengacara dan Kader PKS, Fikri Bareno dari Partai Umat, Meri dari Mujahidah FPI Lampung, dan Jatiningsih yang merupakan emak-emak aspirasi. Namun, aksi mereka terhalang oleh petugas Pamdal, menyulut kekecewaan karena mereka tidak bisa bertemu dengan Wakil Rakyat.
Sementara itu, di sisi lain, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, memberikan tanggapannya terkait ramainya isu pemakzulan Presiden Joko Widodo menjelang pemungutan suara Pemilu serentak 2024. Surya Paloh menilai bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk membahas pemakzulan, dan meminta agar semua pihak dapat menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas utama di tengah situasi politik yang semakin memanas menjelang pemilu.








