Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ragam

Soroti Ancaman Krisis Pangan, Serikat Petani Desak Pemerintah Jalankan Kebijakan Kedaulatan Pangan

Views
×

Soroti Ancaman Krisis Pangan, Serikat Petani Desak Pemerintah Jalankan Kebijakan Kedaulatan Pangan

Sebarkan artikel ini
Petani
Ilustrasi Petani

KOMA.ID Ketua Departemen Politik, Hukum dan Keamanan Dewan Pengurus Pusat Serikat Petani Indonesia (DPP-SPI), Angga Hermanda menyoroti ancaman krisis pangan, seiring dengan ancaman resesi global yang terjadi sekarang ini.

Menurutnya, Indonesia sebagai salah satu negara agraris terkuat di dunia, sehingga seharusnya tak perlu ambil pusing dengan adanya ancaman krisis pangan tersebut.

Silakan gulirkan ke bawah

“Namun faktanya, hari ini Indonesia masih sangat ketergantungan pemenuhan pangan dari luar negeri (impor pangan),” kata Angga dalam keterangan tertulis, Selasa (1/11/2022).

Angga menuturkan, bahwa sejumlah komoditas pangan seperti beras, daging, biji gandum, serealia, hingga gula hingga kini masih bergantung pada negara lain.

Hal itu, kata dia, tak akan lagi terjadi apabila pemerintah tepat dalam mengambil kebijakan. Sebaliknya, ancaman krisis pangan akan semakin nyata apabila pemerintah salah dalam mengambil kebijakan.

“Upaya pemerintah menjawab ancaman krisis pangan bisa diatasi apabila dilakukan dengan kebijakan yang tepat yakni menjalankan Kedaulatan Pangan, bukan Ketahanan Pangan!” lanjutnya.

Untuk diketahui, kekhawatiran akan ancaman krisis pangan ini bersumber dari catatan badan pangan dunia (FAO) terkait kenaikan harga pangan global.

Pada Maret 2022 lalu, indeks pangan FAO (FFPI) mencatat adanya kenaikan tertinggi sepanjang sejarah yakni di angka 159,7. Secara umum, indeks harga pangan Januari – Oktober tersebut, lebih tinggi dari indeks harga dua tahun sebelumnya (2020 dan 2021).

Sementara untuk angka kelaparan sendiri diprediksi akan meningkat hingga lebih dari 670 juta orang pada tahun 2030. PBB menyebut, angka tersebut jauh di atas target program zero hunger.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.